Pelda Azhar saat mengunjungi rumah Nasya anak penderita stunting di Alam Barajo, Sabtu (11/2) JERNIH.ID, Kota Jambi - Dewasa ini pemahaman akan istilah stunting mungkin masih terdengar asing ditelinga sebagian orang, masyarakat masih banyak yang menganggap remeh akan dampak yang ditimbulkannya. Boleh dibilang pemahaman ini tergolong sangat rendah ditelinga terutama bagi masyarakat awam dengan tingkat perekonomian menengah kebawah.
Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak, karena malnutrisi kronis atau infeksi kronis serta stimulasi psikososial yang tidak memadai.
Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibanding anak-anak seusianya. Tidak jarang masyarakat menganggap kondisi tubuh pendek karena faktor genetika dan tidak ada hubungannya dengan kesehatan.
Dalam sejumlah jurnal yang dirilis oleh beberapa media, stunting berpotensi memperlambat perkembangan otak, dengan dampak jangka panjang berupa keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar dan risiko serangan penyakit kronis seperti kanker, diabetes, hipertensi hingga obesitas.
Memahami dampak yang luar biasa bagi generasi penerus bangsa, Koramil 415-09/Telanaipura melalui Babinsa bekerjasama dengan puskesmas dan aparatur kelurahan berupaya mensosialisasikan stunting dan dampaknya kepada warga di wilayah binaan.
Seperti yang dilakukan oleh Babinsa Kelurahan Rawasari, Pelda Azhar melakukan sosialisasi kepada salah seorang warga RT 14 Kelurahan Rawasari Kecamatan Alam Barajo Kota Jambi. Mereka adalah salah satu orang tua dari penderita stunting bernama Nasya (23 bulan).
Azhar, sapaan Babinsa berupaya meyakinkan kepada orang tua Nasya untuk terus berkoordinasi dan menghubungi dirinya supaya dapat diteruskan kepada puskesmas untuk diambil tindakan dan upaya lain, agar stunting dapat tertangani dengan baik.
Senada dengan Azhar, Danramil Telanaipura Mayor Arm Irfan Kito, menegaskan bahwasanya stunting merupakan dampak kesehatan yang harus kita tangani secara bersama-sama. Tidak ada salah satu OPD yang mampu menangani kasus seperti ini, tanpa ada peran dari pihak terkait lainnya.
"Kebersamaan, fokus dan kerja keras menjadi motor pengentasan stunting di wilayah," ujar Danramil, Sabtu (11/2/2023). (Koramil 415-09/Telanaipura)