Nadiem Makarim JERNIH.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim mengungkap alasan 1,6 juta guru harus mengantre ikut Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) sampai puluhan tahun.
Nadiem berkata kapasitas PPG nasional dengan jumlah guru tidak sebanding. Sebagai informasi, PPG salah satunya berguna untuk mendapatkan sertifikasi guru.
"Kenapa harus ngantre? karena kapasitas PPG kita se-nasional cuma 60-70 ribu setahun. Itu saja tidak cukup untuk menutupi kebutuhan guru baru yang tiap tahunnya pensiun. Makanya nunggu terus," kata Nadiem dalam diskusi RUU Sisdiknas di kanal Youtube ICMI, Rabu (14/9/2022) dikutip dari CNNIndonesia.com.
Nadiem menjelaskan guru yang belum mempunyai sertifikat tidak bisa mendapat tunjangan profesi. Hal itu mengacu pada UU Guru dan Dosen.
Oleh sebab itu, dia mengaku tidak memasukkan aturan tersebut ke dalam RUU Sisdiknas terbaru, versi terbitan Agustus. Dia bilang tunjangan guru langsung mengacu pada UU ASN dan Ketenagakerjaan.
Dengan begitu, Nadiem mengklaim semua guru, termasuk yang belum punya sertifikat akan mendapat tunjangan.
"Jadi bagi guru-guru yang sekarang lagi membela kata 'tunjangan profesi' ketahuilah kata kata kunci itu lah kenapa anda tak bisa dapat tunjangan sekarang juga," kata dia.
"Saya dan tim KemendikbudRistek sedang mencari akal dan solusi bagaimana guru dapat tunjangan tanpa sertifikasi dan PPG. Masukan dia dan selaraskan dengan UU ASN dan UU ketenagakerjaan," imbuhnya.(*/JR1)