JERNIH.CO.ID, Jambi - Akibat pembokiran jalan yang di lakukan akvtivis HMI cabang Kota Jambi membuat arus lalu lintas terganggu, pasalnya puluhan masa berdiri di tengah jalan sehingga arus lalu lintas dari arah Mendalo menuju Kota Jambi dari arah paal 10 menuju Kota Jambi terhenti sementara.
Meski nyaris bentrok dengan warga sekitar dan pengguna jalan, tak menyurutkan aksi aktivis HMI tersebut. Salah satu masa aksi dalam orasinya menyampaikan bahwa mobil angkutan batu bara telah banyak memakan korban yang terkhir terjadi kecelakaan di sarolangun, tepatnya di Kecamatan Pauh yang menewaskan putri berusia 16 tahun.
Lebih lantang dirinya mengatakan bahwasanya mobil angkutan batu bara telah banyak melanggar peraturan daerah yang telah disepakati dan mengatakan bahwa mobil batu bara telah menjadi malaikat pencabut nyawa, karena banyak sekali korban yang berjatuhan akibat ulah mobil bermuatan batu bara.
"Mobil angkutan batu bara telah banyak memakan korban, terakhir di Kabupaten Sarolangun yang menewaskan remaja putri berusia 16 tahun. Tidak hanya itu. Angkutan mobil batu bara juga kerap kali melanggar Perda yang ada dan telah menjelma menjadi malaikat pencabut nyawa," koar pendemo, Senin (1/10) malam.
Dengan adanya pembokiran jalan oleh puluhan aktivis HMI tidak ada perlawanan dari pihak sopir batu bara. Saat dicoba mewawancarai salah satu sopir mengatakan bahwa dirinya hanya bekerja mencari susuap nasi, dirinya merasa telah sesuai dengan jam jalan mobil angkutan batu bara yakni diatas jam 18.00 WIB.
"Ya, sayo cuma nyari nafkah untuk keluarga bang dan sayo jugo keluarnya di atas pukul 18.00 WIB, kalau masih dianggap salah jugo yo kami terimo" ujar Andri.