JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Isu adanya calo atau pihak yang bisa membantu kelulusan disetiap seleksi lembaga penyelenggara Pemilu, baik KPU maupun Bawaslu kembali berkembang diperekrutan anggota Bawaslu Provinsi Jambi.
Namun isu ini dibantah oleh Ketua Tim Seleksi Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, Asad Isma. Dirinya mengingatkan peserta untuk tidak terpengaruh terhadap berbagai isu tersebut. Ia juga menegaskan jika timsel sudah sepakat untuk menjaga profesionalitas dalam bekerja.
“Bisa saja hal ini ada ditemukan. Karena bisa jadi juga ada pihak ketiga yang merasa dekat dengan salah satu timsel kemudian menjual kedekatan ini. Kalau ini ada terjadi silakan dilaporkan,” tegas Asad, Senin (23/7/18).
Ia juga menyampaikan di tahap satu, fungsi timsel hanya mirip panitia penyelenggara. Karena tidak ada kewenangan penilaian dari timsel. Hasil CAT, psikotes dan kesehatan dikirim ke Bawaslu RI. Setelah itu, rekapitulasi terhadap penilaian tiga seleksi ini yang diturunkan ke Timsel. “Tugas kami ini hanya merangking,” katanya.
Selanjutnya, di seleksi wawancara yang memang ada kewenangan timsel. Namun sekali lagi ini juga ada mekanisme yang sudah ditetapkan. Sehingga tidak bisa asal-asalan. Karena sudah ada indikator penilaian yang jelas dan alasan untuk memutuskan memilih salah seorang peserta.
Ia juga memastikan, pihaknya tidak akan menukar nama baik dengan melakukan hal-hal yang bertentangan dengan nilai-nilai seorang akademisi.
“Karena tentu ini akan jadi sejarah buruk bagi kami. Makanya kalau ketemu yang dianggap melanggar, sebaiknya langsung dilaporkan,” pungkasnya.