Al Haris saat tinjau Jembatan di Desa Sempatai JERNIH.ID, Merangin - Bupati Merangin Al Haris terus berupaya membuka desa-desa terisolir, dengan mambangun ruas jalan dan jembatan-jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.
Didampingi Kadis PUPR Merangin Aspan dan Asisten II Setda Merangin Mardansyah Saidi serta Ketua Komisi III DPRD Merangin Mulyadi, Senin (20/1/2020) Al Haris meninjau proyek fisik pembangunan jembatan di Desa Sepantai dan Desa Pulau Bayur Kecamatan Muara Siau.
"Jadi pada 2019 lalu kita ada membangun tiga jembatan gantung yang bisa dilalui kendaraan roda empat. Ini sangat penting untuk membuka keterisoliran desa di Kabupaten Merangin yang wilayahnya luas dan banyak desanya," ujar Al Haris.
Pembangunan jembatan itu lanjut Al Haris, akan merubah status desa terisolir menjadi desa tidak terisolir. Bupati berupaya bagaimana jalan-jalan dan jembatan menuju desa-desa menjadi bagus.
"Kalau jalan dan jembatannya bagus, tentu masyarakat dengan mudah bisa mengangkut hasil pertaniannya ke pasar, sehingga bisa meningkatkan perekonomian keluarganya," katanya.
Diakui Al Haris dari 205 desa di Kabupaten Merangin, tinggal Desa Air Liki Kecamatan Tabir Barat yang belum bisa dimasuki kendaraan roda empat. Namun berbagai upaya sedang dilakukan.
"Izin pembukaan jalan ke Desa Air Liki itu sedang dalam proses, karena harus melewati hutan lindung TNKS. Mudah-mudahan izin itu segera keluar, sehingga pembukaan jalan bisa cepat dikerjakan," jelasnya.
Menyinggung kendala apa yang dialami dalam membuka keterisoliran desa? Dijelaskan Al Haris untuk Desa Air Liki jelas masalah izin ke TNKS. Sedangkan kendala untuk desa lainnya cuaca ekstrim.
"Ketika cuaca ekstrim, jelas membuat pekerjaan tertunda, sedangkan waktu kontrak terus berjalan. Untuk itu pada 2020 kita mempercepat kontrak kerjanya, sehingga disaat cuaca sedang baik pekerjaan bisa lancar," jelasnya.
Penulis : Upro
Editor : Muhammad Syafe'i