Kunjungan UM Jambi dan Cappa Jambi ke KTH Bumi Betuah JERNIH.ID, Jambi - Universitas Muhammadiyah Jambi bersama Yayasan Cappa melakukan kunjungan ke Dusun Sialang Batuah, Desa Guruh Baru, Kecamatan Mandiangin Timur, Kabupaten Sarolangun, Kamis (31/3) yang lalu.
Dalam kunjungan ini pihak kampus di wakili oleh, Wakil Rektor I, Irmanelly, Wakil Rektor II Indria Mayaseti, Sekretaris Badan Pengurus Harian, Ahmad Junaedi dan Ketua Lembaga Pengelola Bisnis dan Kewirausahaan, Heru Kurniawan.
Dalam kunjungan ini juga turut dihadiri Humas Lapangan PT Agronusa Alam Sejahtera (PT AAS), Ahmad Syakur dan Sekretaris Desa Guruh Baru, Teguh.
Direktur Yayasan Cappa, Muhammad Zuhdi menyampaikan bahwa Dusun Sialang Batuah ini merupakan sebuah dusun yang sudah berupa pemukiman dan kebun masyarakat, di karenakan status wilayah ini adalah kawasan hutan yang sudah diberikan izin konsesi kepada PT AAS sehingga terjadilah tumpang tindih lahan yang berakibat munculnya konflik pengelolaan kawasan yang berkepanjangan.
"Hampir sembilan tahun berproses sampai pada akhirnya bersepakat untuk penyelesaian dengan Kemitraan Kehutanan, tepatnya satu tahun lalu setelah dilakukan penanda tanganan Naskah Kesepakatan Kerjasama (NKK) Kemitraan Kehutanan," katanya.
Lelaki yang bisa di panggil Cik Edi, menyebutkan Yayasan Cappa dari tahun 2011 intensif membantu masyarakat untuk mengurai konflik tenurial yang terjadi antara masyarakat Dusun Sialang Batuah dengan PT. AAS.
Melalui pendekatan perhutanan sosial dari luas lahan konflik seluas 2308 hektare, dimana 63 hektare yang sudah berupa pemukiman. Fasos dan fasum disepakati untuk dilepaskan dari kawasan hutan, sementara seluas 1.276 hektare adalah areal kemitraan yang akan dikelola oleh masyarakat.
Masih menurut Cik Edi, sebagai pengelola perhutanan sosial tentu saja KTH Bumi Batuah melalui Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) membutuhkan dukungan banyak pihak dalam pengelolaan usaha.
Banyak potensi yang bisa dikembangkan oleh masyarakat yang akan menjadi usaha kelompok dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat, diantaranya Minyak Atsiri berbahan baku serai wangi dan daun ecaliptus, juga ada potensi lebah madu alam. Tetapi tentu KUPS masih membutuhkan dukungan dan pembinaan dan pemberdayaan dalam penguatan kapasitas kelompok dari hulu dan hilir (on farm dan off farm).
"Selain dukungan dari perusahaan, tentu saja dukungan kampus dalam melakukan pembinaan dan pemberdayaan, terutama dalam malakukan kajian dan analisis akademik terhadap usaha yang akan dikembangkan dan disinilah peran dan kolaborasai dengan kampus sangat di harapkan, semoga saja Universitas Muhammadiyah Jambi bisa menjadi mitra bagi masyarakat," ujar Cik Edi.
Ketua KTH Bumi Batuah Dusun Sialang Batuah, Muhammad Salkat menyampaikan bahwa potensi di Dusun Sialang Batuah ini cukup banyak, seperti saat ini lahan serai wangi sebagai bahan baku minyak atsiri dan mereka juga sedang mendorong mendapatkan bahan baku dari ecaliptus yang bisa di suplai oleh perusahaan.
"Kami juga sedang mengembang usaha produk lokal dari limbah kayu yang dibuat centong nasi dan lain-lain. Saat ini untuk peralatan penyulingan minyak atsiri juga sudah ada. Selain itu ada juga potensi madu alam yang ada di Dusun Sialang Batuah," kata Salkat.
"Kendala yang ada dimasyarakat saat ini skill masyarakat itu sudah ada tetapi belum terasah dengan baik, terutama dalam proses finising, seperti pengemasan, promosi dan pasar. Untuk ini kami berharap ada dukungan pembinaan dan pemberdayaan dari UM Jambi," tambahnya.
Dalam dialog ini Perwakilan PT. AAS, Ahmad Syakur mengatakan menyambut baik rencana koloborasi dengan UM Jambi, karena selama ini pihaknya hanya melakukan kerja sama dengan salah satu kampus di Jambi, kedepan tidak menutup kemungkinan kita bisa berkerja sama dengan UM Jambi.
"Kami dari perusahaan akan menindaklanjuti hasil pertemuan hari ini, dan kami juga berencana menyerahkan pengelolaan lahan serai wangi seluas 20 hektar milik perusahaan ke KTH Bumi Batuah sebagai tambahan bahan baku, tentu saja kami berharap UM Jambi bisa membantu KTH Bumi Batuah," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, Sekretaris Badan Pengurus Harian Universitas Muhammadiyah Jambi, Ahmad Jumadi langsung menyambut baik harapan yang disampaikan oleh masyarakat maupun dari perusahaan, dan untuk madu saya langsung pastikan kami akan beli, tapi harus di jamin keaslianya.
Pak Jum, biasa beliau dipanggil, melanjutkan bahwa dari UM Jambi sangat tertarik untuk ikut terlibat dalam mendukung usaha masyarakat Dusun Sialang Batuah, sebagai pihak kampus kami bisa membantu memfasilitasi ke Pemerintah Daerah maupun Provinsi dalam mendorong bagaimana usaha masyarakat ini bisa didukung, mungkin kita bisa melakukan lokarya bersama terkait bagaimana melakukan pemberdayaan, pengemasan sampai kepemasaran.
"Intinya kami UM Jambi sangat membuka diri dan bersedia menjadi mitra masyarakat maupun perusahaan," ucapnya.
Diakhir ucapannya pak Jum juga menyampaikan pesan dari Ketua BPH UM Jambi, Agus Salim bahwa BPH mendorong peningkatan kapasitas UM Jambi dalam pengabdian masyarakat, apalagi berbasis ekonomi yang bermuara pada kesejahteraan masyarakat.
Senada dengan itu, Indria Mayesti menyampaikan permohonan maaf dari Rektor UM Jambi, Nurdin yang belum bisa membersamai kita, karena ada tugas lain yang tidak bisa beliau tinggalkan. Pesan beliau sangat mendukung sekali kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengabdian masyarakat.
"Dari apa yang sudah dipaparkan kami dari UM Jambi juga menyambut baik dan berkeinginan untuk bisa berkolaborasi bersama masyarakat, karena kami melihat potensi usaha minyak atsiri sangat besar apalagi sudah ada alat penyulingan, tetapi belum maksimal dikelola oleh masyarakat, pemanfaatan limbah kayu sebagai produk lokal masyarakat yang masih perlu dipoles agar bisa dterima dipasar, termasuk madu alam yang merupakan hasil hutan bukan kayu juga harus di cari solusi agar bisa mendapatkan nilai lebih dengan harga yang lebih tinggi," katanya.
"Akes jalan yang saat ini masih sulit juga menjadi kendala produksi, apalagi tadi sampai kesini sangat memacu adrenalin saya dan seperti off roader, tapi ini jika dikelola dengan baik bisa menjadi desa ekowisata bagi off roader dan berpeluan jadi pasar produk kita, memang ini butuh kerja keras. Tetapi tetap nanti kita akan sama-sama cari solusi ke pemda soal akses jalan," tambah perempuan yang energik yang disapa Ibu Yesi ini.
Masih menurut Ibu Yesi, yang diiyakan juga oleh ibu Irma Nelli, dimana UM Jambi bisa membantu meyakinkan pihak pemda dan akan memfasilitasi pembuatan proposal dalam membantu pengelolaan usaha masyarakat.
"Kami akan melakukan pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui kajian akademis kampus, seperti membuat analisis plan, proses pengemasan, promosi dan pemasaran. Nanti kita juga bisa lakukan lokakarya terkait produk yang ada untuk meyakinkan kelebihan dari produk kita. Agar semua rencana ini sistimatis dan terstruktur maka kami akan buat program kerja. Pihak UM Jambi melihat masyarakat disini sudah mimiliki SPK (Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan) yang baik. sudah ada juga calon mahasiswa asal dusun Sialang Batuah dan PT AAS juga akan bermitra dengan UM Jambi dalam tenaga kerja," tutupnya.
Ketua Lembaga Pengelola Bisnis dan Kewirausahaan Kampus, Heru Kurniawan menyampaikan LPBK punya misi mengembangkan dan memasarkan produk yang dihasil oleh kampus maupun produk masyarakat. Oleh karena itu LPBK sangat antusias produk masyarakat dusun Sialang Batuah ini masuk ke Universitas Muhammadiyah Jambi dan melalui kampus produk ini bisa dipasarkan kepada jaringan yang dimiliki oleh Muhammadiyah.
Dalam kesempatan ini Pak Heru juga mengingatkan jika ada anak dari Dusun Sialang Batuah yang kurang mampu bisa berkuliah di UM Jambi atau bisa melalui program beasiswa.
Selain beberapa point hasil pertemuan diatas, para pihak juga bersepakat untuk membuat program kerja bersama dan MoU agar setiap pihak bisa saling bersinergi dan bekerja sesuai dengan kriteria masing-masing.
Sebagai penutup dari pertemuan hari ini, Direktur Yayasan Cappa, Muhammad Zuhdi menyampaikan agar KTH Bumi Batuah untuk membuat data dasar terkait potensi usaha seperti luas lahan untuk kecukupan pasar (kuantiti), jumlah produksi, kontinyuitas produksi. "Yang paling penting adalah harus ada penguatan kelembagaan pengelola usahanya," tutup Cik Edi.
Dalam kunjungan ini juga dilakukan pengecekan langsung ke lokasi dengan melihat kebun serai yang dikelola oleh masyarakat, saat kunjungan ini Pak Jum, Ibu Yesi dan Ibu Irmaneli, semakin yakin untuk bisa mendukung masyarakat Sialang Batuah dalam pengelolaan dan perawatan lahan dalam meningkatkan hasil produksi. (*)