Ilustrasi Pasar Saham JERNIH.ID, Kota Jambi - Banyak yang mengatakan bahwa saham merupakan sebuah investasi yang menjanjikan, apakah hal ini benar? Atau hanya karangan saja? Jika agan berselancar di dunia maya akan sangat mudah sekali menemukan ajakan, “ayo investasi saham untuk masa depan yang menjanjikan”.
Investasi Saham
Sebelum bergabung di investasi saham, hal yang harus agan lakukan yakni mengenal apa itu investasi saham dan bagaimana cara kerja investasi saham. Saham merupakan dokumen penting yang menunjukkan kepemilikan kita terhadap suatu perusahaan. Jadi, bisa dikatakan jika kita memiliki saham dari sebuah perusahaan itu artinya kita juga ikut memiliki perusahaan tersebut.
Setiap perusahaan yang mendaftarkan dirinya di Bursa Efek Indonesia (BEI) nantinya akan mendapatkan kode perusahaan atau yang disebut juga sebagai emiten. Biasanya kode emiten terdiri atas 4 huruf. Fungsi dari Bursa Efek Indonesia (BEI) bertugas sebagai “pasar” yang menyediakan tempat bagi para investor untuk bertransaksi.
Salah satu produk yang dihasilkan di pasar modal sering disebut juga sebagai saham. Banyak orang menganggap bahwa investasi saham merupakan jenis investasi jangka panjang karena besaran deviden yang bisa didapatkannya. Jika anda berniat membeli saham, ada batas minimal untuk pembelian saham yakni 1 lot dimana 1 lot saham terdiri atas 100 lembar saham.
Sebelum agan memutuskan untuk berinvestasi di saham, akan harus mengerti terlebih dahulu apa saja risiko yang bisa saja terjadi jika agan berinvestasi di saham.
1. Capitall Loss
Ketika memutuskan untuk mulai terjun di saham, agan akan mengenal tentang capital loss. Apa artinya capitall loss? Capitall loss bisa disebut juga sebagai kerugian, dimana harga jual saham jauh lebih rendah dibandingkan harga beli saham. Indonesia mengenal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang biasanya menjadi acuan bagaimana market bekerja. Apabila agan membeli saham di harga Rp6.000 lalu nantinya agan harus menjual di harga Rp2.500 per lembarnya itu artinya kerugian yang agan alami lebih dari 50%. Bayangkan jika agan memiliki 1000 lembar saham. Berapa kerugian yang akan agan alami?
2. Suspend
Kemungkinan risiko saham yang kedua yakni suspend atau penghentian perdagangan. Hal ini cukup menjadi ketakutan tersendiri bagi orang yang memiliki saham. Jika saham agan terkena suspend otomatis saham yang agan miliki tidak memiliki nilai lagi alias sudah tidak bisa diperdagangkan. Namun, berita bagusnya suspend biasanya tidak berlangsung dalam waktu yang lama meskipun hal ini masih tergantung dengan kondisi yang menyebabkan sebuah perusahaan terkena suspend oleh BEI.
Keuntungan Investasi Saham
Jika sebelumnya sudah tahu tentang risiko investasi saham, agan juga harus tahu banyak keuntungan menarik yang diberikan oleh saham. Apalagi saham merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi dengan durasi penyimpanan yang disarankan adalah long-term investment.
3. Capital Gain
Jika salah satu risiko saham adanya capital gain, agan juga harus tahu bahwa saham bisa saja memberikan keuntungan melalui capital gain. Apa bedanya dengan capital loss? Capital gain merupakan keuntungan yang bisa agan dapatkan jika harga jual lebih tinggi dibandingkan harga beli. Semakin besar jumlah saham yang agan miliki, akan semakin besar pula capital gain yang bisa agan dapatkan.
4. Dividen
Hal yang menarik dari saham lainnya yakni dividen, ini juga menjadi incaran para pelaku pasar. Dividen merupakan keuntungan yang bisa agan dapatkan saat proses distribusi dividen oleh masing – masing perusahaan. Dividen dihasilkan dari keuntungan kinerja perusahaan.
Sektor Saham Menjanjikan
Jika agan sudah memutuskan untuk terjun ke dunia investasi saham, agan harus tahu beberapa sektor saham yang cukup menguntungkan. Pertama, yakni sektor consumer goods yang merupakan saham di bagian barang konsumsi misal saham milik PT GarudaFood, PT Indofood, PT Mayora Indah, PT Kalbe Farma, PT Sidomuncul dan berbagai perusahaan yang bergerak di sektor consumer goods.
Sektor kedua yang masih menjadi primadona yakni sektor telekomunikasi, diantaranya PT Indosat, PT XL Axiata, PT Smartfren dan PT Telkom. Ada jua sektor favorit di bidang pertambangan misalnya PT Aneka Tambang dan lainnya.