JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - belakangan ini aksi teror marak terjadi di beberapa daerah di Indonesia, seperti bom bunuh diri di berbagai tempat di Kota Surabaya dan Sidoarjo Jawa Timur dan aksi teror di Mapolda Riau.
Menyikapi maraknya aksi teror ini, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jambi, Forkopimda Provinsi Jambi dan seluruh elemen masyarakat provinsi Jambi, menyatakan pernyataan sikap di auditorium Kakanwil Kemenag Provinsi Jambi, Kamis (17/5/18).
Pernyataan sikap antara lain sebagai berikut :
1. Mengutuk keras aksi teror bom di berbagai tempat di Indonesia apalagi melibatkan anak-anak tindakan tersebut bukanlah mencerminkan untuk melihat ajaran agama tetapi doktrin sesat dari pada faham keagamaan.
2. Menghimbau kepada seluruh organisasi lintas agama untuk senantiasa saling menghormati ajaran agama dan keyakinan masing-masing serta memberikan pembinaan kepada seluruh ummatnya akan pentingnya hidup rukun dan damai di provinsi Jambi pada khususnya dan di Indonesia pada umumnya.
3. Berkomitmen bahwa sesungguhnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati, dan menolak berbagai upaya yang ingin merusak persatuan dan kesatuan Republik Indonesia.
4. Meminta kepada Pemerintah dan DPR RI Untuk segera menyelesaikan rancangan undang-undang anti terorisme Sebagai panduan dalam penegakan hukum.
5. Menghimbau kepada juru penerang agama, penyuluh lintas agama, Da'i, Mubaligh dan membantu untuk menyampaikan pesan keagamaan yang menunjukkan dan menghindari dakwah provokatif yang dapat merusak persatuan.
6. Mendukung sepenuhnya langkah-langkah Pemerintah, TNI, dan Polri melakukan tindakan tegas terhadap pelaku teror dan berbagai upaya yang dapat merusak nilai-nilai persaudaraan dan kebangsaan.
7. Memasuki bulan Suci Ramadhan 1434 Hijriah, meminta kepada seluruh umat beragama untuk saling menghormati dan menjaga Kekhusu'an ibadah di bulan Suci Ramadhan.