KONI Jambi Gelar Coffe Morning bersama media JERNIH.ID, JAMBI - Membangun ekosistem olahraga prestasi yang kompetitif membutuhkan integrasi solid. Integrasi ini mencakup kebijakan manajerial, dukungan finansial stabil, serta eksposur publik yang luas.
Menghadapi tantangan pembiayaan, kolaborasi bersama media massa dan pemanfaatan dana tanggung jawab sosial perusahaan menjadi pilar utama. Langkah ini memicu kebangkitan prestasi atlet daerah di tingkat regional hingga nasional.
Akselerasi Visi Lewat "Coffee Morning"
KONI Provinsi Jambi menggeber langkah taktis menyelaraskan visi tersebut. Mereka menggelar diskusi santai Coffee Morning bersama insan pers di Jambi pada Jumat (31/7/2026).
Agenda hangat ini dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Jambi Mat Sanusi. Ia didampingi Wakil Ketua Umum V Sukendro, Wakil Ketua Umum VIII Aswan Hidayat, Sekretaris Umum Muhammad Ali, serta puluhan jurnalis olahraga senior.
Mat Sanusi melayangkan apresiasi setinggi-tingginya atas konsistensi dedikasi para jurnalis. Ia menganalogikan tinta pers memiliki kekuatan besar untuk mengangkat harkat dan martabat dunia olahraga daerah.
"Tanpa peran aktif rekan-rekan pers, iklim olahraga di Jambi sulit dikenal publik. Kami mengajak seluruh insan pers bersama-sama mengawal misi mengembalikan kejayaan olahraga Jambi," tegas Mat Sanusi.
KONI Jambi secara terbuka mengakui adanya dinamika keterbatasan alokasi anggaran daerah. Guna menyiasati kendala tersebut, mereka merancang skema kerja sama alternatif merangkul sektor korporasi dan lembaga hulu migas.
KONI membidik program bapak angkat dengan menggandeng perusahaan besar seperti PetroChina dan SKK Migas. Melalui skema matang ini, KONI Jambi optimis target menembus 10 besar PON dapat diraih.
Guna memuluskan target jangka panjang, KONI mendesak pengurus memetik hasil maksimal pada kejuaraan pemanasan terdekat. Agenda krusial tersebut meliputi PON Bela Diri di Sulawesi Utara pada Oktober mendatang dan Babak Kualifikasi PON awal 2027.
Wakil Ketua Umum V KONI Jambi, Sukendro, memaparkan peta kekuatan kontingen. Ia menjelaskan bahwa proses penyaringan atlet menuju PON Bela Diri Sulut berjalan jauh lebih ketat dibandingkan tahun lalu di Kudus.
"Kami menerapkan kebijakan ketat agar atlet yang berangkat benar-benar siap secara fisik, mental, dan teknik untuk merebut medali," ujar Sukendro.
Sukendro menambahkan, pemberitaan positif dari media massa menjadi suplemen berharga. Dukungan ini membangkitkan rasa percaya diri serta daya juang para atlet Jambi saat bertarung di arena pertandingan.(*/JR2)