Gedung Mahligai Bank 9 Jambi JERNIH.ID, JAMBI – Menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) ternyata bukan sekadar urusan membagikan modal dan asal cair. Komitmen Bank Jambi yang memilih memperketat tata kelola penyaluran KUR mendapat apresiasi tinggi dari pengamat perbankan, Laila Farhat.
Langkah ini dinilai menjadi bukti nyata keseriusan Bank Jambi dalam menjaga kualitas pembiayaan, sekaligus memastikan modal usaha benar-benar mengalir ke Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang produktif di Provinsi Jambi.
Menurut Laila, strategi Bank Jambi sangat tepat karena tidak terjebak pada ambisi mengejar angka target semata.
“Upaya memperkuat tata kelola penyaluran KUR ini sangat patut diapresiasi. Ini membuktikan Bank Jambi semakin mengedepankan prinsip kehati-hatian, akuntabilitas, dan manajemen risiko yang matang,” ujar Laila.
Laila membeberkan bahwa tata kelola yang ketat dan transparan bakal menguntungkan kedua belah pihak.
Bagi para pelaku UMKM, mereka tidak cuma menerima suntikan modal, tetapi juga mendapatkan fasilitas pembiayaan berkualitas yang ditopang pendampingan usaha secara berkelanjutan.
Sementara bagi Bank Jambi sendiri, penguatan sistem ini menjadi benteng ampuh untuk menekan risiko kredit macet (non-performing loan) demi menjaga kesehatan keuangan bank.
“Indikator sukses KUR itu bukan cuma seberapa besar dana yang keluar, tapi seberapa jauh kapasitas usaha debitur meningkat, membuka lapangan kerja baru, dan menggerakkan ekonomi daerah,” tegasnya.
Agar momentum positif ini terjaga, Laila menyarankan Bank Jambi terus meningkatkan ketajaman analisis kredit, memanfaatkan teknologi digital, serta memperkuat sistem pengawasan internal.
Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), Bank Jambi memegang peran kunci sebagai motor penggerak ekonomi lokal.
“Dengan tata kelola KUR yang makin rapi dan profesional, saya optimistis kepercayaan publik kian melonjak. Program KUR Bank Jambi bakal makin efektif membawa UMKM lokal naik kelas,” pungkas Laila. (*?JR2)