Genjot Transformasi Digital: Bank Jambi Diminta Perkuat Ekosistem Keuangan dan Keamanan Siber

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Kamis, 17 September 2026 , 12:59 WIB
Gedung Mahligai Bank 9 Jambi Gedung Mahligai Bank 9 Jambi


JERNIH.ID, ​JAMBI — PT Bank Pembangunan Daerah Jambi atau Bank Jambi terus menggenjot langkah transformasi digital demi mendongkrak kualitas layanan, efisiensi operasional, serta memperluas akses keuangan bagi masyarakat.

​Menanggapi langkah strategis ini, pengamat perbankan Laila Farhat menilai penguatan infrastruktur teknologi informasi serta pengembangan ekosistem digital menjadi kunci utama bagi Bank Jambi. Terlebih, di tengah era perubahan perilaku masyarakat yang kini semakin mengandalkan layanan keuangan berbasis digital.

​Menurutnya, pergeseran lanskap perbankan modern saat ini menuntut lembaga keuangan untuk tidak sekadar merilis aplikasi transaksi semata, melainkan membangun ekosistem layanan yang terintegrasi secara utuh.

​“Bank Jambi perlu terus memperkuat ekosistem digitalnya. Orientasinya bukan hanya bagaimana nasabah dapat melakukan transaksi tanpa datang ke kantor cabang, tetapi bagaimana seluruh kebutuhan finansial nasabah dapat dilayani secara cepat, aman, nyaman, dan terintegrasi,” ujar Laila di Jambi, Rabu (16/9/2026).

​Ia menjelaskan, akselerasi digital banking memberikan banyak keuntungan strategis bagi Bank Pembangunan Daerah (BPD). Selain mendongkrak customer experience, digitalisasi terbukti mampu memangkas proses bisnis, mempercepat layanan, memperluas basis nasabah (customer base), hingga mendongkrak produktivitas jaringan kantor.

​Dalam sudut pandang industri perbankan, lanjut Laila, optimalisasi teknologi juga memungkinkan bank mengolah data secara akurat guna mengenali karakteristik serta kebutuhan nasabah secara spesifik.

​“Dengan pemanfaatan data yang tepat dan tetap memperhatikan prinsip perlindungan konsumen serta keamanan informasi, bank dapat memberikan layanan yang lebih personalized. Ini penting untuk meningkatkan engagement dan loyalitas nasabah,” jelasnya.

​Laila memandang Bank Jambi memegang posisi yang sangat strategis. Sebagai motor penggerak ekonomi daerah, cakupan digitalisasi Bank Jambi idealnya mampu merangkul berbagai sektor luas—mulai dari tata kelola pemerintah daerah, kalangan ASN, pelaku UMKM, dunia usaha, hingga masyarakat umum.

​Untuk mempercepat proses tersebut, ia mendorong Bank Jambi agar aktif menjalin kolaborasi strategis dengan perusahaan teknologi finansial (fintech) maupun mitra potensial lainnya.

​“Kolaborasi menjadi salah satu kunci. Bank tidak harus membangun seluruh teknologi sendiri. Yang penting adalah bagaimana membangun interoperabilitas, integrasi sistem, keamanan, dan governance yang kuat sehingga kolaborasi tersebut memberikan nilai tambah bagi bank dan nasabah,” bebernya.

​Kendati demikian, Laila mengingatkan agar ekspansi digital ini wajib berjalan seiring dengan penguatan sistem keamanan siber (cybersecurity). Semakin masif kanal digital yang dibuka, semakin tinggi pula urgensi manajemen risiko teknologi informasi dan perlindungan data pribadi nasabah.

​“Digitalisasi harus berjalan bersama dengan security, reliability, dan risk management. Kemudahan transaksi penting, tetapi keamanan dana dan data nasabah jauh lebih fundamental. Kepercayaan nasabah merupakan aset utama bank,” tegasnya.

​Pada akhirnya, ia menambahkan, tolok ukur kesuksesan transformasi digital Bank Jambi tidak hanya dihitung dari lonjakan jumlah pengguna aplikasi atau volume transaksi semata. Keberhasilan sejati terletak pada kemampuan teknologi tersebut dalam menciptakan efisiensi nyata serta memperluas inklusi keuangan di Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

​“Bank Jambi memiliki peluang besar untuk membangun ekosistem digital yang sesuai dengan karakteristik ekonomi daerah. Dengan inovasi, kolaborasi, dan tata kelola teknologi yang kuat, digital banking dapat menjadi salah satu pengungkit pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran Bank Jambi sebagai bank pembangunan daerah,” pungkasnya.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID