Gubernur Al Haris Sambangi Kontingen Jambi di Semarang: Bakar Semangat Kafilah MTQ Nasional 2026

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Ahad, 13 September 2026 , 20:37 WIB
Gubernur Al Haris sambangi kontingen Jambi di Semarang
Diskominfo Provinsi Jambi
Gubernur Al Haris sambangi kontingen Jambi di Semarang


JERNIH.ID, ​SEMARANG — Gubernur Jambi, Al Haris bersama Ketua TP PKK Provinsi Jambi, Hesnidar Haris, menunjukkan dukungan penuh bagi para wakil daerahnya. Orang nomor satu di Jambi itu mendatangi langsung pemondokan kontingen asal Jambi untuk membakar semangat mereka jelang perhelatan akbar Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu (13/9/2026).

​Sebanyak 54 peserta terbaik diterjunkan Provinsi Jambi untuk berjuang dalam ajang bergengsi ini. Para kafilah tersebut siap menguji kemampuan terbaik mereka dalam tujuh cabang perlombaan, mulai dari Tilawah, Tahfizh Al-Qur'an, Tafsir Al-Qur'an, Fahmil Qur'an, Syarhil Qur'an, Khatth Al-Qur'an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur'an.

​Demi mendongkrak motivasi bertanding, Gubernur Al Haris langsung memberikan suntikan moral sekaligus menyiapkan langkah apresiasi dari pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Jambi resmi menaikkan nominal penghargaan bagi kafilah yang sukses menorehkan prestasi gemilang di kancah nasional.

​Kebijakan anyar ini mulai berlaku pada tahun anggaran 2027. Peraih juara pertama bakal diguyur apresiasi sebesar Rp100 juta, juara kedua meraup Rp75 juta, dan juara ketiga mengantongi Rp50 juta.

​Angka tersebut melonjak signifikan dibanding alokasi APBD 2026 saat ini. Pada tahun berjalan, peraih juara pertama sebelumnya diganjar Rp50 juta, juara kedua Rp40 juta, dan juara ketiga senilai Rp30 juta. Lonjakan dukungan finansial ini diharapkan menjadi bahan bakar utama bagi para peserta untuk mempersembahkan hasil maksimal bagi daerah.

​Sementara itu, pembukaan MTQ Nasional 2026 turut dihadiri oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA. Dalam arahannya, Menag menegaskan bahwa ajang MTQ harus menjadi momentum penting untuk menyelaraskan antara ayat-ayat yang dibaca dengan aksi nyata di tengah masyarakat.

​"MTQ ini diharapkan mampu menjadi momentum untuk menyambungkan kembali bacaan dengan tindakan, hafalan dengan pengamalan, serta pengetahuan dengan tauladan," tegas Menteri Agama.

​Menag mengingatkan bahwa tantangan para peserta tidak berhenti sekadar menjadi qari, hafizh, mufasir, atau kaligrafer yang handal. Lebih dari itu, mereka memikul tanggung jawab moral untuk membumikan nilai-nilai luhur Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari.

​"Tantangan terbesar peserta MTQ bukan hanya menjadi qari, hafizh, mufasir, dan kaligrafer. Tetapi juga menjadi pribadi yang menghadirkan Al-Qur'an di tengah masyarakat," ujarnya.

​Di sisi lain, Menag juga mengumumkan adanya transformasi besar dalam pola pelaksanaan agenda musabaqah tingkat nasional. Kementerian Agama resmi memutuskan bahwa Seleksi Tilawatil Qur'an (STQ) tidak lagi digelar secara tahunan, melainkan difokuskan sepenuhnya pada penyelenggaraan MTQ setiap tahunnya.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID