Cina kuasai 80 persen impor pakaian jadi Indonesia JERNIH.ID, Jakarta - Sekjen PENA 98 Adian Napitupulu mengingatkan jajaran menteri terkait dalam kabinet Jokowi agar tidak main-main dalam menyikapi tingginya dominasi negara Cina sebagai pemasok kebutuhan impor pakaian jadi di Indonesia.
"Menurut data Asosiasi Pertekstilan Indonesia, impor pakaian jadi dari negara Cina menguasai 80 persen pasar di Indonesia, dan impor pakaian jadi dari Bangladesh, India, Vietnam serta beberapa negara lain sekitar 15 persen," kata Adian dalam keterangannya kepada JERNIH.ID di Jakarta, Senin (20/03/2023).
Perusahaan besar seperti Sritex, ribuan UMKM dan pakaian bekas impor memperebutkan sisa ruang pasar yang hanya tinggal 5 persen.
"Saya ingatkan agar para menteri jangan main-main. Sebaiknya para menteri itu mengevaluasi peraturan dan jajarannya agar bisa melakukan upaya memberikan ruang hidup lebih besar kepada UMKM," ujar Adian.
Menurut anggota DPR RI dari PDIP Dapil Bogor ini, upaya memberikan ruang hidup bagi UMKM bisa dilakukan dengan cara memberikan pelatihan produksi, marketing bahkan kalau perlu membantu menerobos pasar luar negeri.
"Jika tidak, maka impor pakaian jadi dari Cina tersebut akan terus menggerus produksi dalam negeri," tandasnya.(JR3)