Guru honorer (ilustrasi) JERNIH.ID, Jambi - Dalam penyampaian tanggapan gubernur, terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi atas LKPJ gubernur Jambi tahun anggaran 2021 pada Kamis (2/4) lalu. Terdapat beberapa persoalan yang banyak menjadi masukan bagi gubernur, salah satunya adalah mengenai permasalahan guru honorer.
Fauzi Ansori mengatakan bahwa perlunya perhatian lebih, terhadap nasib daripada guru honorer.
"Di tengah kelangkaan guru, ternyata honorer juga tidak terperhatikanz" tukasnya Jumat (1/4/2022) kemarin.
Banyak persoalan yang dialami oleh para guru honorer, mulai dari masalah upah yang minimum, kesejahteraan masa depan, hingga fasilitas dan akomodasi mengajar.
Yang santer dibicarakan, adalah mengenai keterlambatan pembayaran gaji guru honorer.
"Ini sudah masuk triwulan kedua bulan April, mereka belum terima gaji sementara mereka mengabdikan dirinya di sekolah sekolah," ujar Fauzi.
Fauzi meminta Gubernur memberikan penekanan, kepada kepala dinas pendidikan terkait permasalahan guru honorer.
"Maka kami menyoroti itu agar pak gubernur, memberikan penekanan kepada kadis pendidikan serius menangani itu," tambahnya.
Dirinya menegaskan bahwa bagaimana caranya, agar gaji guru honorer ini dapat layak dan dibayarkan tepat waktu.
"Kita dorong dinas pendidikan menyelesaikan ini secara cepat, bagi saya bagaimana honorer ini gajinya dibayarkan tepat waktu, mengingat akan datangnya bulan puasa," tegasnya.
Selain itu anggota DPRD Provinsi Jambi, Budi Yako juga mengatakan, bahwa gaji guru honorer saat ini sangat tidak layak ditengah meningkatnya biaya hidup.
"Honor dengan penghasilan Rp 300 ribu sebulan itu sangat tidak layak, kita butuh keseriusan dari pemerintah, pak gubernur sebagai nahkoda pemerintahan provinsi Jambi," ungkapnya.
Budi menambahkan bahwa harus ada hubungan timbal balik, antara pemerintah dan guru honorer. Agar tidak hanya berharap maksimal kepada guru honorer, tetapi lupa memberikan kesejahteraannya.
"Ini terkait proses belajar mengajar di sekolah itu, kita butuh SDM namun butuh juga perhatian kepada tenaga pendidik kita. Kita harus take and give, kita kasih penghasilan yang layak baru mereka bisa serius mengajar," pungkasnya.