Ketua DPW Gelora Provinsi Jambi Mahyudi Pimpinan Parpol juga akan mendapat privilege atau hak istimewa, karena keputusan penentuan sosok-sosok yang akan mewakili partai di gedung dewan berada di tangannya.
"Klop, tumbuh simbiosis 'mutualisme' pimpinan Parpol dan calon kandidat, ujungnya bisa sama-sama tersenyum. Sedangkan rakyat, gigit jari. Menyakitkan sekali bukan?," ungkapnya.
Kemudian alasan Ketiga, nantinya para wakil rakyat sepenuhnya dalam kontrol penuh partai.
Jika terjadi benturan antara kepentingan rakyat dengan kepentingan partai dapat di pastikan para pejabat legislatif tidak berdaya bersuara.
"Bahkan Bang Fahri Hamzah bereaksi keras dengan sangat sarkas menyebut tradisi komunis (sistem proporsional tertutup)," ucapnya.
Selanjutnya alasan keempat, sistem tertutup ini menurutnya justru menyuburkan kembali sistem dinasti politik.
"Kenapa demikian?, jika saja budaya ABS (Asal Bapak Senang) semakin kuat di lingkar kekuasaan (Parpol), budaya menjilat mengalahkan kompetensi dan sistem kaderisasi kepemimpinan," jelasnya.
Baca halaman selanjutnya