Ketua DPW Gelora Provinsi Jambi Mahyudi Kedua, menurutnya jika hal ini terwujud maka menurutnya parpol akan menjadi sangat powerful, punya wewenang penuh untuk menentukan kader-kadernya di parlemen.
"Bisa dikatakan pemilih membeli kucing dalam karung. Tidak akan ada proses komunikasi langsung antara para pemilih dengan calon wakil-wakilnya," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakannya, tidak akan ditemukan proses uji kelayakan kandidat ditengah masyarakat. Rakyat tidak memiliki kesempatan untuk menilai secara langsung individu calon serta tidak akan ada proses pegang janji atau titip aspirasi.
"Kasarnya tidak ada proses take and give lah, Ada benteng kokoh yang menghalangi," katanya.
Menurutnya, hiruk pikuk pesta demokrasi tidak akan banyak melibatkan para pemilik hak suara, para kandidat cukup kasak kusuk di internal partainya, bahkan kata dia bisa jadi keluarkan jurus menjilat dan setor-menyetor.
Baca halaman selanjutnya