Festival Kenduri Psko Merangin: Wagub Abdullah Sani Puji Tradisi Sebagai Benteng Generasi Muda dari Narkoba

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Ahad, 12 Juli 2026 , 13:25 WIB
Abdullah Sani saat membuka Festival Kenduri Psko di RTH Pasar Bawah Bangko, Sabtu (11/7) Abdullah Sani saat membuka Festival Kenduri Psko di RTH Pasar Bawah Bangko, Sabtu (11/7)


JERNIH.ID, ​MERANGIN – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, secara resmi membuka Festival Kenduri Psko di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pasar Bawah, Bangko, Sabtu (11/7/2026) malam. Festival budaya yang berlangsung selama dua hari ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga penggerak ekonomi masyarakat lokal.

​Abdullah Sani menekankan, Kenduri Psko merupakan warisan leluhur yang kaya akan nilai sejarah, filosofi, dan spiritual. Tradisi ini mencerminkan rasa syukur masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan serta kesejahteraan yang diberikan.

​"Tradisi ini mengandung nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, dan musyawarah. Inilah fondasi kuat dalam membangun masyarakat yang berkarakter serta berbudaya," ujar Abdullah Sani dalam sambutannya.

​Wagub Jambi menegaskan, festival ini menjadi media edukasi penting bagi generasi muda agar lebih mengenal dan mencintai adat istiadat. Ia pun secara khusus menitipkan pesan agar pemuda menjadikan budaya sebagai filter dari pengaruh negatif, terutama penyalahgunaan narkoba.

​"Anak muda yang memahami adat dan budayanya akan memiliki jati diri yang kuat. Karena itu, lestarikan budaya, rajin berolahraga, dan jadilah generasi yang bebas dari narkoba," tegasnya.

​Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Daerah Merangin, Zulhifni, menilai festival ini membawa dampak positif bagi roda perekonomian. Kehadiran pelaku UMKM, pengrajin, hingga pedagang kuliner membuat area RTH Pasar Bawah Bangko hidup dan produktif.

​"Atas nama Pemkab Merangin, saya mengapresiasi Sanggar Pelita Mudo, panitia, serta seluruh masyarakat yang telah menginisiasi Festival Kenduri Psko ini," ungkap Zulhifni.

​Pada kesempatan tersebut, Zulhifni juga memberikan apresiasi khusus berupa plakat dan buku kepada para pelestari Tari Kadam, sebagai bentuk dukungan terhadap seni tradisional yang mulai langka.

​Festival tahun ini sukses memanjakan pengunjung melalui rangkaian pertunjukan yang kreatif. Deretan acara utama meliputi:

  • Pelita Mudo Ethnic Project yang menyuguhkan nuansa musik etnik.
  • Mahakarya seni "Rupa Al Kadam".
  • Peragaan busana (fashion show).
  • Aneka permainan rakyat dan tari tradisional.

​Gelaran ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah dan penggiat budaya mampu menghidupkan kembali tradisi di tengah masyarakat, sekaligus menjadi magnet wisata bagi Kabupaten Merangin.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID