Pelajar saat melalui jalan rusak di Jangkat Timur Jaspari juga menyesalkan atas janji-janji para pejabat DPRD Provinsi Jambi, Kabupaten dan Bupati yang sudah pernah mendapatkan hak suara dari masyarakat namun tidak pernah memperhatikan jalan maupun masyarakat di tiga desa.
"Kalau jalan hancur parah seperti kubangan lumpur panjangnya mencapai 15 km dan akses jalan tersebut merupakan jalan utama dan setiap hari dilalui masyarakat desa," terangnya.
Jaspari berharap, atas jalan hancur parah agar pemerintah tingkat pusat, Provinsi hingga Kabupaten bisa memperhatikan jalan masyarakat yang jumlahnya mencapai 2500 jiwa orang.
"Setiap hari warga dan anak sekolah melalui jalan hancur sampai mendorong motor di kubangan lumpur dan terlebih saat hujan deras jalan semakin parah hancurnya," tutupnya.