Ilustrasi jaringan 4G JERNIH.ID, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengungkapkan pemerintah serius dalam hal pemerataan akses internet 4G di seluruh wilayah Indonesia tanpa terkecuali, termasuk di daerah pelosok.
Dalam agenda rapat kerja di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/9/2022) Anggota Komisi I Rizki Aulia Rahman menanyakan keseriusan pemerintah akan penggelaran jaringan seluler 4G di tanah air.
"Pemerintah serius atau tidak dalam merealisasikan visi bahwa nanti di seluruh desa itu ter-cover dengan 4G. Kemarin saya sempat tanyakan kepada bu Sekjen (Kominfo), dan saya tanyakan lagi kepada pak menteri dengan tren anggaran (Kominfo) saat ini, kira-kira kapan tercapai seluruh desa karena ini sudah menjadi hak primer masyarakat," ujar Rizki seperti dilansir dari Detikcom.
Menanggapi pertanyaan itu, Menkominfo mengatakan kalau pemerintah bersungguh-sungguh untuk memeratakan akses internet 4G di Indonesia.
"4G backbone serius. Pemerintah serius untuk menyelesaikannya. Hanya tentu subjek pada alokasi anggaran yang tersedia. Sampai saat ini yang sudah dianggarkan oleh pemerintah untuk pipeline 7.482 BTS di 7.482 desa. Masih tersisa 1.603 yang masih kita cari kiatnya," ungkapnya.
Johnny juga menjelaskan ada dua peluncuran satelit yang akan dilakukan pada tahun 2023, yaitu Satelit Republik Indonesia (Satria-1) dan Hot Backup Satellite (HBS). Satelit tersebut akan berfungsi dalam menyediakan layanan internet di pelosok Tanah Air.
"Yang nanti punya kapasitas cukup besar untuk layanan akses internet. Jadi nanti apabila memang BTS-nya belum terbiayai dengan baik, tapi akses internetnya bisa tersedia untuk layanan publik, untuk fasilitas publik, apakah itu sekolah, kantor desa, rumah sakit, dan sebagainya," tuturnya.
"Namun tentu tidak di awal tahun, karena baru diluncurkan pada pertengahan tahun dan baru tersedia di akhir-akhir tahun. Tahun 2024, mudah-mudahan layanannya sudah bisa disediakan," pungkas Menkominfo.(*/JR1)