Keragaman di Indonesia Bisa Jadi Bumerang untuk Politik Identitas di Indonesia

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Sabtu, 23 Juli 2022 , 15:41 WIB
Ilustrasi politik
Istimewa
Ilustrasi politik


Indonesia punya keragaman yang sangat kaya. Beragam bahasa, ras, agama dan sampai budaya ada di Indonesia. Tapi ternyata, dalam politik keragaman ini bisa jadi bumerang lho! Kenapa bisa begitu? Hal ini dikarenakan politik identitas.

Politik identitas adalah gerakan politik yang memiliki dasar dari kesamaan dalam susunan masyarakat seperti ras, agama, budaya dan lainnya. Munculnya politik identitas di Indonesia pun akhirnya tidak bisa dihindari, karena keragaman yang dimiliki Indonesia.

Ciri-ciri  Politik Identitas

Selain keragaman pada budaya dan agama tadi, ada beberapa ciri dari politik identitas yang biasanya dapat ditemui di Indonesia dan di berbagai belahan dunia lainnya.

  • Masyarakat memiliki kesamaan dan tujuan membentuk kekuasaan berdasarkan peta politik
  • Masyarakat yang merasa adanya ketidakadilan oleh masyarakat terpinggir
  • Membukakan jalur politik alternatif sebagai penyatu kekuatan dalam agenda demokrasi

Alasan Politik Identitas di Indonesia Bisa Jadi Bumerang

Politik identitas Indonesia yang memiliki keragaman jadi bumerang bagi bangsa Indonesia, di saat penerapan politik identitas tersebut berubah menjadi isu SARA. Isu ini bisa dijadikan senjata oleh oknum tertentu untuk menjatuhkan lawan politiknya.

Contohnya saja seandainya saja oknum-oknum politik mengatas namankan ras. Tidak boleh memiliki pemimpin A karena satu ras tertentu. Isu ini tentu akan mengundang amarah dari ras tersebut dan terjadi pertikaian oleh masyarakat di Indonesia dan hal ini membuat politik identitas menjadi negatif.

Dalam politik identitas positif tentu akan membawa jadi kartu as untuk kelompok tertentu. Contohnya identitas politik Indonesia dari zaman penjajahan. Seperti ciri politik identitas sebelumnya, disebutkan bahwa adanya tujuan dan kesamaan dapat membangun poilitik identitas.

Bangsa Indonesia dapat merdeka karena adanya politik identitas ini, karena merasa sesama bangsa Indonesia serta tujuan untuk memerdekakan Indonesia akhirnya ada perlawanan kepada para penjajah. Hal ini merupakan dampak dari politik identitas positif.

Contoh lain dari politik identitas pilkada, calon pemimpin A berpasangan dengan salah satu kelompok minoritas di Indonesia. Hal ini akan menambah rasa percaya dari kelompok tersebut. Jika sudah seperti itu, tentu suara untuk calon A akan bertambah dari kelompok tersebut.

Politik identitas di Indonesia bisa menjadi bumerang dan kartu as pada pihak manapun, tentu saja itu harus dilihat dari segi politik identitas positif atau negatif. Masyarakat Indonesia pun baiknya tidak mudah tersulut dengan isu-isu politik yang sangat jelas mengarah pada perpecahan bangsa Indonesia  atau karena isu dari lawan politik yang ingin menjatuhkan.

Agar dapat terus semakin erat, bangsa Indonesia haruslah berteguh pada Pancasila agar keseimbangan di dalam masyarakat terus terjaga, walaupun dengan banyaknya perbedaan yang ada. 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID