Ilustrasi JERNIH.ID, Jambi - Pedagang Nasi dan Pedangang Sayur di Muaro Jambi mulai panceklik penjualan setelah Pemerintah menghimbau agar masyarakat menjauhi keramaian untuk mencegah mewabahnya Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).
Para pedagang mengaku omset penjualan menurun dari hari biasanya.
Baca juga: Update Kasus Corona Jambi 29 Maret: ODP 1131, PDP 14 dan Uji Lab 6
Ernawati salah satu pedagang nasi mengatakan biasanya omset jual beli nasi mencapai 400 hingga 500 ribu perharinya.
"Sepi nian kami jualan, biaso kami dapat 400 ribu lebih sehari, sekarang dapat 100 ribu be susah, apalagi di jalan orang sudah sepi yang lewat tidak seperti biasanya," kata Erna, Minggu (29/03/2020).
Sementara itu, Pedagang Sayur, Sumiati juga turut merasa kecewa karena dampak dari Covid-19 tersebut, hal ini membuatnya menjadi simalakama.
"Kayak mana ya, kami dak jualan mau makan apa, kami jualan juga sepi kayak gini, biasa jual beli kami 2 juta lebih, sekarang 1 juta," ujarnya.
Baca juga: Kasusnya Meningkat , Ini 8 Cara Perkuat Sistem Imun Tangkal Virus Corona
Dirinya bercerita, ketika himbauan diam di rumah mulai berlaku, penjualannya mulai merosot. Ia khawatir, dirinya serta pedagang lainnya bisa terus merugi apabila imbauan tersebut terus berjalan.
"Ya agak khawatir sekarang, karena sudah kelihatan sekali mulai sepi sekali, takutnya rugi, apalagi virus ini juga kan gak tahu sampai kapan (berakhir)," ungkapnya.