PLTA Kerinci Merangin Hidro Alimuddin Sewang menyebutkan PLTA KMH dipasang dengan empat pembangkit listrik atau turbin penggerak, dimana masing-masing turbin bisa menghasilkan listrik disaat darurat maksimal 110 MW.
“(PLTA KMH) Dipasang dengan turbin 350 Megawatt supaya handal dibangun dengan 4 unit, setiap unit berkapasitas minimal 87,5 Megawatt, setiap unit itu bisa menghasilkan listrik sampai 110 MW pada saat emergency, misalnya disaat salah satu (turbin) mati tiga lainnya tetap bisa mensuplai 350 MG,” terangnya.
Alimuddin Sewang juga menggunakan proyek PLTA KMH tersebut nilai investasinya USD 895 juta. Pendanaan konsersium dari semua bank lokal Indonesia.
“Nilai investasinya 895 juta USD, itu kalau di rupiahkan kurang lebih Rp 13 Triliun. Pendanaan konsersium dari semua bank lokal, Bank Mandiri, BNI, BRI, leadernya BNI,” sebutnya.
Alimuddin Sewang menyebutkan PLTA KMH dengan kontrak Build Operate and Transfer (BOT) akan menjadi milik negera dalam hal ini PLN setelah masa kontraknya usai.
“(PLTA KMH) Ini Kontrak BOT (Build Operate and Transfer) jadi kita bangun kita operasikan, setelah selesai masa kontraknya selama 30 tahun diserahkan ke negara dalam hal ini ke PLN. Dihitung dari tanggal operasi komersial,” katanya.
Paling menarik dari mega proyek ini adalah penyerapan tenaga kerja yang cukup banyak dan semuanya tenaga kerja Indonesia, dari jumlah itu 74 persen merupakan pekerjaan lokal dari wilayah sekitar proyek tersebut.
Baca halaman selanjutnya