JERNIH.CO.ID, Jambi - Setiap orang sangat gampang bicara sabar yang meluncur dari lisannya, tetapi sesungguhnya ternyata melakoninya sangat sulit, apalagi menyangkut kepentingan kelompok atau perihal pribadi yang terusik oleh orang lain.
Hal seperti ini tidak sedikit yang bermuara menjadi konflik, dendam kesumat dan perkelahian fisik. Ketidaksabarsan ini, kita jumpai tidak saja dikalangan rakyat, bahkan sampai wakil rakyat ada yang terbawa emosi kemarahan.
Al-Qur'an memberikan konsep tentang sabar sangat indah, "washobirina fil ba'sai wadhoro'i wahinal ba'si, sabar adalah kemampuan kita betahan dalam suasana menyesakkan dada dan menegakkan bulu roma.
Artinya semarah apapun kita di dada, keluarnya masih ramah dengan senyuman manis dan indah, walaupun didada bergemuruh bagai petir, tapi keluarnya masih seperti angin sepoi.
Ada filosofi dalam sabar ini, kalau soal dunia dapat diselesaikan dengan senyum dan tawa mengapa harus marah-marah. Toh hasilnya, malah akan jauh lebih baik dan berkualitas sebuah pekerjaan yang dikelola dengan manajemen senyum dari pada kerja yang berada di bawah tekanan dan emosi marah.
Bertahan yang dimaksud dalam sabar adalah komit dengan diri kita, janji kita, tujuan kita, pengabdian kita dan karya indah kita dalam mengukir prestasi bagi kemaslahatan sesama manusia. Terlebih dalam menjalankan sebuah amanat, kesabaran adalah perisai diri, yang wajib dijaga kapanpun dan dimanapun.
Sabar bukan berarti pasrah dan menyerah tanpa ikhtiar, sabar tetap dalam perjuangan, dalam kegigihan dan doa yang selalu dipanjatkan kepada sang Khalik, sebagai realitas bahwa kita adalah hamba yang senantiasa berharap hidup yang terbaik dihadapan Allah aza wajala.
Dengan sabar orang akan lebih hati-hati dan waspada (ikhtiat) dalam bersikap, bertindak dan berperilaku dalam menjalankan amanat atas dirinya. Dalam sabar tawakal alallah menjadi spirit dalam mencapai tujuannya.
Banyak kasus kita saksikan dalam realitas kehidupan, mereka yang tidak sabar dalam tujuan, tidak sedikit yang tergelincir di jalan, tidak sedikit harus jadi korban penyimpangan dalam proses mencapai tujuan.
Mereka tidak amanat, karena tidak sabar ingin mencapai tujuan dengan cara serba instan. Sehingga melalaikan norma dan nilai yang semestinya dijunjung tingggi dalam proses mencapai tujuan.
Pepatah mengatakan orang sabar disayang Tuhan, orang sabar tidak pernah terkalahkan, orang sabar selalu ada jalan dari Allah di luar jalan manusia yang serba lemah dan ketiadaberdayaan. Selalulah dalam sabar, karena keindahan diri adalah pancaran kesabaran. Salam Ramadhan.