Soal Kecelakaan Kerja PetroChina, FKDM Jambi: Kami Percaya Polri Akan Usut Tuntas

Penulis: Anil Hakim , Editor: Ardy - Senin, 26 Desember 2022 , 13:32 WIB
Ketua FKDM Jambi, Sigit Eko Yuwono
Dok pribadi
Ketua FKDM Jambi, Sigit Eko Yuwono


JERNIH.ID, Jambi - Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi Jambi mendesak Polda Jambi usut tuntas kasus kecelakaan kerja PetroChina International Jabung Ltd di Area NEB#9 di Kecamatan Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Provinsi Jambi, Minggu (18/12).

Akibat kejadian ini, 8 orang mengalami luka-luka dan 2 orang meninggal dunia setelah menjalani perawatan lebih lanjut ke Jakarta, Senin (19/12).

Ketua FKDM Provinsi Jambi, Sigit Eko Yuwono menyesalkan atas kecelakaan kerja yang menyebabkan 2 orang pekerja meninggal dunia. "Pihak subkontraktor dan PetroChina Jabung International Jabung Ltd harus bertanggungjawab atas kejadian ini," kata Sigit, Senin (26/12/2022).

Untuk tekhnisi sifatnya penting butuh keahlian khusus itu, disampaikan Sigit jangan ke Subkontraktor, melainkan harusnya dibawah PetroChina langsung supaya lebih terjamin.

"Yang paling bertanggungjawab pada kejadian ini Manager Lapangan yang harus ada di lapangan mengawasi seluruh pekerjaan," tegasnya.

Ia juga meminta pihak manajemen subkontraktor dan PetroChina melakukan investigasi dan evaluasi internal terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) pekerjaan. Tujuannya agar kedepannya tidak terulang kembali peristiwa kecelakaan kerja yang sangat fatal.

‘’Kita juga mendesak Kementerian ESDM, SKK Migas dan Polda Jambi mengusut tuntas dan proses hukum terhadap pihak manajemen Subkontraktor dan PetroChina International Jabung Ltd yang diduga lalai. Sehingga menyebabkan kecelakaan kerja sesuai dengan UU ketenagakerjaan, UU Migas dan KUHP. Kami percaya Polri akan usut tuntas kasus ini," ujarnya.

Tak hanya itu, Mbah Sigit sapaan akrabnya juga meminta Kantor PetroChina pindah ke Provinsi Jambi untuk efesiensi pendapatan daerah dan memudahkan pengawasan.

"Saat ini sekitar 600 karyawan PetroChina International Jabung Ltd berkantor di Jakarta, kenapa harus pindah karena saat ini ladang minyak milik PetroChina ada di Provinsi Jambi," katanya.

Ditambahkannya, FKDM kepada Pemerintah Provinsi Jambi agar meminta Kementrian ESDM memindahkan Kantor Pusat PetroChina ke Provinsi Jambi.

"Hal ini seperti Kantor PTPN VI yang dulu berkantor di Sumatera Barat atas permintaan gubernur saat itu (Zulkifli Nurdin, red) pindah ke Provinsi Jambi. Karena saat itu perkebunan mereka berada di Provinsi Jambi, jadi sudah sewajarnya Kantor PetroChina pindah ke Jambi," tukasnya.

Baca halaman selanjutnya



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID