Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha JERNIH.ID, JAMBI — Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggandeng Universitas Jambi (UNJA) dan masyarakat untuk memperkuat sistem kesehatan berbasis komunitas. Kolaborasi ini mewujud melalui perumusan draf Surat Keputusan (SK) Camat tentang Kelurahan Sehat Maslahat di Kelurahan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Rabu (2/9/2026).
Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha membuka langsung diskusi publik tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan kesehatan tidak boleh hanya berfokus pada layanan rumah sakit dan obat-obatan, melainkan harus bermula dari pemukiman warga.
Diza menyebut kesehatan masyarakat sangat bergantung pada ketersediaan air bersih, sanitasi layak, perilaku hidup bersih dan sehat, ketahanan keluarga, hingga pencegahan penyakit dari tingkat RT dan kelurahan.
Pemkot Jambi mencatat peningkatan positif pada sejumlah indikator pembangunan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Jambi naik dari 81,77 pada 2024 menjadi 82,32 pada 2025, sementara angka harapan hidup meningkat menjadi 75,53 tahun.
Meski angka stunting berhasil ditekan, Kota Jambi masih menghadapi tantangan kesehatan lingkungan. Hingga minggu ke-33 tahun 2026, tercatat sebanyak 1.681 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat imbas asap karhutla dari wilayah sekitar.
"Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi bahkan sempat menyentuh angka 200. Kondisi ini membuktikan bahwa kualitas lingkungan berpengaruh langsung terhadap kesehatan warga," ujar Diza.
Program Kelurahan Sehat Maslahat—singkatan dari Masjid Sehat, Lingkungan Aktif dan Harmonis Terpadu—hadir sebagai sistem perlindungan dan pencegahan penyakit di tingkat tapak. Diza meminta kebijakan ini berpatokan pada data akurat dan berjalan secara berkelanjutan.
Rektor Universitas Jambi Helmi menjelaskan bahwa keterlibatan kampus merupakan bagian dari program Kampus Berdampak bentukan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Melalui skema ini, penelitian dan pengabdian akademisi difokuskan untuk menjawab kebutuhan nyata warga.
Dosen Pendamping PPK Ormawa Nofrans Eka Saputra menambahkan, pembenahan lingkungan yang sudah berjalan selama dua tahun di Tahtul Yaman akan terus berlanjut. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Deklarasi Komitmen Bersama antara Pemkot Jambi, UNJA, Puskesmas, unsur TNI-Polri, serta tokoh masyarakat setempat.(*/JR2)