JERNIH.CO.ID, Jambi - Setiap orang pasti mendambakan akhir hayatnya, berakhir dengan indah, bahkan tiap shalat tidak ketinggalan kita mendoa, baik secara pribadi maupun berjamaah semua inginkan akhir yang indah dengan ucapan kalimat akhir yang juga indah “Lailaha ilallah Muhammadurrasulullah”.
Akhir yang indah dalam bahasa Arab dikenal dengan “kusnul khatimah”. Hari ini konsep akhir yang indah banyak juga digunakan untuk mengakhiri sebuah pekerjaan, jabatan, profesi atau amanah.
Makna akhir yang indah di sini adalah tatkala seseorang mampu menyudahi beragam jenis pekerjaan, profesi atau kepemimpinan yang memasuki usia pensiun atau akhir masa tugas, bisa juga pindah jabatan dengan mutasi atau promosi dan kebanyakan adalah tatkala mengakhiri sebuah jabatan, kekuasaan atau kepemimpinan.
Akhir yang indah diindikasikan sebuah amanat berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai tujuan “on the right track”. Namun tidak sedikit kita temui dalam sejarah, akhir kerja, profesi, kekuasaan dan amanat kepemimpinan ini berakhir petaka, musibah dalam hidup seseorang, sebagai akibat semua pilihan keputusan dan kebijakan yang ada pada individu yang menjalaninya.
Sesuai istilah, konsep khalifah dimaknai juga sebagai makhluk informasi dan makhluk alternatif, makhluk yang memilih dan makhluk yang terpilih. Maka pilihan-pilihan cerdas yang maslahat atau pilihan yang mudharat ada pada pribadi masing-masing individu . Maka itu tiap pilihan tidak bisa disandarkan pada orang lain sebagai kambing hitam maupun putih, semua dipertanggungjawabkan secara individu dihadapan Allah.
Sekalipun boleh jadi kejahatan seseorang bisa lolos dari pantauan dan pengamatan manusia, tapi dia tidak akan pernah lolos dari pantauan Allah, dan tetap diminta tanggungjawabnya dihadapan Allah, karena tiap kita bertanggung jawab atas amanat dan kepemimpinan atau kekuasaan dalam kapasitas kita semua sebagai pemimpin “ro’in”.
Maka itu manakala mengawali kepemimpinan, pekerjaan, jabatan atau kekuasaan, mintalah dengan istikharah dan Istiqomah atas petunjuk dan perlindungan Allah serta niatkan amanat itu sebagai ibadah di sisi Allah, agar tangan-tangan kita yang berkuasa dapat tegak dengan jujur, adil, amanat dan bertanggung jawab. Dan kita harapkan agar tiap pengabdian kita diterima sebagai ibadah suci di hadapan Allah dan RasulNya.
Sehingga ketika kita meninggalkan tahta, harta dan dunia, kita tersenyum, orang melepas kita juga tersenyum dan Allah serta para malaikat menerima kita kembali kepadaNya dengan senyum, itulah akhir yang indah “kusnul khatimah”.