JERNIH.ID, Muara Sabak - Kemarau panjang menyebabkan 500 hektare padi di Kabupaten Tanjab Timur, Provinsi Jambi, terancam gagal panen.
Kasi Produksi Tanaman Pangan, Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Tanjab Timur, Yoskamri mengatakan 500 hektare tanaman padi tersebar di empat Kecamatan yaitu Kecamatan Geragai, Sabak Barat, Dendang, dan Sabak Timur.
“Terdapat 500 Hektar terancam gagal panen terdapat di beberapa kecamatan yaitu Geragai, Sabak Barat, Dendang, dan Sabak Timur," kata Yoskamri, Senin (14/10/2019)
Ia menjelaskan faktor utama penyebab lahan terancam gagal panen adalah kekeringan yang sudah terjadi selama tiga bulan lebih sehingga mengakibatkan tanamannya kerdil dan kopong.
Total yang lahan terancam gagal panen sebesar 500 hektare yaitu 30 persen dari 1.500 hektar lahan Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali dalam se-Tahun.
"Lahan yang terancam gagal panen sekitar 500 H tersebut sebesar 30 persen dari total 1.500 hektar lahan Gerakan Serentak Tanam Padi Dua Kali dalam se-Tahun," ungkapnya
Ditambahkanya apabila dibandingkan tahun 2015 terbilang lebih parah pada tahun ini hal ini di sebabkan perbedaan jadwal tanam sehingga pada tahun 2015 masi mendapatkan air sehingga dampak kekeringan tidak terlalu mempengaruhi hasil produksi.
"Jika dibanding tahun 2015 terbilang lebih parah tahun ini karena perbedaan jadwal tanam. Tahun 2015 tidak terlalu banyak kerugian meskipun musim kemarau mereka masih sempat panen," ungkapnya
Adapun untuk mengantisipasi ancaman gagal panen tersebut, maka akan ada bantuan benih dari Kementrian Pertanian dimana bantuan 3500 benih padi tersebut difokuskan kepada petani dari empat kecamatan yang terancam gagal panen.
"Solusinya,dengan adanya bantuan benih dari pusat dimana bantuan 3500 benih padi tersebut difokuskan bagi petani yang terancam gagal panen," tutupnya.
Penulis : Andi Ansar
Editor : Muhammad Syafe'i