JERNIH.ID, Jambi - Peneliti Divisi Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch ( ICW) Donal Fariz, menyebutkan jika politik uang ditahapan Pilkada adalah problem di peserta pemilihan umum (Pemilu) dan paling besar berada di pemilih.
"Pemilih itu menganggap politik uang itu adalah rejeki musiman. Pilkada artinya musim politik uang," kata Donal saat diwawancarai disela acara Sosialisasi Pengawasan Politik Uang oleh Bawaslu Provinsi Jambi, (12/11) kemarin.
Dijelaskannya, politik uang ini seperti ada kandidat yang mau menyuplai uang membeli suara pemilih, sementara itu ada kebutuhan dari pemilih yang membutuhkan uang.
"Mindset ini yang membuat pemilih terjebak termasuk juga peserta pemilu. Ini yang susah diputuskan, karena ada suplai dan kebutuhan disitu," jelas Donal.
Untuk jangka pendek, kata Donal, antisipasi yang bisa dilakukan bersama salah satunya Bawaslu yakni dengan melakukan pencegahan dan pendidikan pemilih untuk menyelesaikan persoalan ini.
"Kalau untuk jangka panjangnya adalah perbaikan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Hal ini karena, kata Donal, masyarakat yang sudah berpenghasilan mapan tidak akan mau menerima politik uang. "Mayoritas akan terjadi di daerah yang masyarakat ekonominya menengah kebawah," pungkasnya.
Penulis : Redaksi
Editor : Muhammad Syafe'i