BKSDA Pasang Perangkap Buru Harimau yang Tewaskan Warga di Merangin

Penulis: Upro , Editor: Muhammad Sapi'i - Jumat, 15 Oktober 2021 , 15:18 WIB
Harimau Harimau


JERNIH.ID, Merangin - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Merangin memang perangkap dan kamera trap untuk memburu harimau yang menewaskan warga di Desa Air Batu, Kecamatan Renah Pembarap, Merangin.

"Setiap desa kita pasang dua perangkap dan dua camera trap, jadi ada enam perangkap dan enam camera trap yang kita pasang untuk menangkap harimau di wilayah Desa Air Batu, Desa Guguk, dan Desa Marus Jaya, Kecamatan Renah Pembarap," kata Kepala BKSDA Merangin, Udin Ikhwanudin, Jumat (15/10/2021).

"Kita juga siapkan senjata bius untuk menembak harimau itu, jadi kita juga siapkan bius. Jadi itu upaya kita menangani konflik harimau," tambahnya.

Udin juga mengatakan bahwa pihaknya menetapkan status katagori rawan konflik harimau dengan manusia, karena sudah menyebabkan korban jiwa.

"Ini (Harimau) harus ditangkap untuk menyelamatkan warga dari ancaman harimau dan supaya warga bisa beraktivitas," katanya.

Selain itu, pihaknya juga membuat posko patroli bersama di Desa Marus Jaya dan untuk memburu harimu tersebut pihaknya membentuk tim bersama yang terdiri dari BKSDA, TNKS, KPHP Merangin, Kepolisian, dan TNI.

"Posko patroli bersama ini kita buat di Desa Marus, karena desa itu terletak ditengah-tengan mudah di jangkau dari Guguk dan Air Batu," ujarnya

Terkait kondisi saat ini, pihaknya menghimbau agar warga Renah Pembarap tidak melakukan aktivitas di kebun.

"Kita menghimbau masyarakat untuk tidak boleh beraktivitas di kebun dalam seminggu ini," katanya.

Terkait korban tewas dan luka karena terkaman harimau, disebut Udin Ikhwaludin pihaknya memberikan santunan untuk yang korban tewas dan bantuan biaya pengobatan bagi korban terluka.

"Ya, kita berikan santunan untuk dua korban yang tewas, warga Guguk dan juga Air Batu, sementara untuk warga Desa Marus yang terluka kita bantu biaya pengobatan," tutupnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID