Bongkar-Pasang Bakal Calon Bupati Tanjung Jabung Barat

Penulis: Redaksi - Jumat, 07 Februari 2020 , 12:22 WIB
Ahmad Harun Yahya
Istimewa
Ahmad Harun Yahya


Oleh: Ahmad Harun Yahya, M.Si

Eskalasi Politik jelang Pilkada serentak 2020 di Tanjab Barat semakin dinamis. Meski pendaftaran pasangan calon bupati masih beberapa bulan lagi. Akan tetapi, dinamika politik daerah jelang pilkada sudah terasa sejak akhir tahun 2019 lalu. Mulai dari perang baliho antar kandidat, tarik-ulur partai politik hingga isu bongkar-pasang calon pasangan semakin menunjukan bahwa politik memang begitu cari dan dinamis.

Bahkan sebelum masa pendaftaran berakhir, perubahan komposisi partai koalisi sangat besar kemungkinan mengalami perubahan dan boleh jadi endingya akan mengejutkan publik. Koalisi yang semula terbaca dan diumumkan ke publik sudah solid dan mantap, tiba-tiba bisa saja bubar dan membentuk poros baru koali¬si yang tidak diduga-duga sebelumnya.

Sejumlah nama juga telah bermunculan sebagai bakal calon bupati dan wakil bupati pada pilkada serentak 2020 nanti. Sebut saja ada nama Ustadz Anwar Sadat (UAS), Mulyani Siregar, Amir Sakib, Ahmad Jahfar, Amin Abdullah, Rudiyanto, H.Mukhlis, Supardi, Cici Halimah, dan sejumlah nama lain yang santer di pemberitaan. Beberapa kandidat juga telah menyatakan pasangan calon wakilnya sebut saja Mulyani-Amin, Mukhlis-Supardi, UAS-Rudiyanto. Langkah para bakal calon bupati-wakil bupati ini tentuk saja tidak akan berjalan dengan mudah dan mulus, karena realitas politik pasangan calon bupati-wakil bupati perlu mendapatkan dukungan 20 % kursi DPRD yaitu partai politik setidaknya 7 (tujuh) kursi DPRD atau 25 % dari total akumulasi suara sah pada Pileg 2019.

Atas kondisi ini maka, para bakal calon bupati dan wakil bupati baik yang belum menyatakan pasangan ataupun yang telah menyatakan pasangan wakilnya besar kemungkinan akan mengalami bongkar-pasang bahkan bisa gagal menjadi calon bupati dan wakil bupati tanjab barat pada pilkada 2020. Apa yang pijakan partai politik dalam menentukan calon kepala daerah? Kemudian, mengapa komposisi dan tarik ulur partai koalisi sangat cair dan dinamis?



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID