Bupati Merangin, Al Haris saat apel gelar pasukan siaga bencana JERNIH.ID, Merangin - Kabupaten Merangin rawan terjadi bencana alam. Ini karena Kondisi cuaca yang belum stabil ditambah cuaca ekstrim yang terus terjadi sejak beberapa waktu terakhir.
Bupati Merangin Al Haris menegaskan, Kabupaten Merangin saat ini dalam status siaga bencana. Siaga bencana tersebut, telah ditetapkan oleh Al Haris sejak tanggal 10 Desember 2019 lalu.
‘’Kita lihat kondisi cuaca sekarang ini musim hujan yang luar biasa dan masih ekstrim. Untuk itu perlu penanganan bencana yang cepat dan tepat,’’ ujar Bupati, Rabu (8/1/2020) di halaman kantor bupati Merangin.
Dalam Apel gelar pasukan dan kesiapan peralatan siaga darurat bencana banjir dan longsor (Bansor) Kabupaten Merangin 2020 tersebut, diikuti berisan TNI, Brimob, Polisi, BPBD, Setpol PP, Tagana, Senkom, Dishub, Damkar dan Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat.
Apel yang diawali dengan penyematan tanda peserta pasukan penanggulangan bencana oleh bupati itu, Al Haris menegaskan pentingnya dilakukan koordinasi dalam bekerja, sehingga tidak saling menyalahkan.
Ditegaskan bupati, perlu langkah-langkah cepat dalam siaga darurat bencana Bansor. Melakukan pemantauan dan tindakan pada daerah rawan bencana Bansor, melalui operasi darat, pemetaan daerah rawan Bansor dan sosialisasi Bansor.
"Aktifkan Posko Crisis Centre, membuka Posko Lapangan, mensiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC) dan mengambil langkah-langkah cepat yang diperlukan," tegas Al Haris.
Tidak hanya, Al Haris meinta instansi terkait juga harus bergerak cepat, sesuai dengan fungsinya meyampaikan asistensi teknis, supervisi, bantuan teknis administrasi, dukungan fasilitas dan pengerahan sumberdaya manusia serta memback-up keselamatan petugas dan masyarakat di lokasi terjadinya bencana.
Penulis : Upro
Editor : Muhammad Syafe'i