Gubernur Jambi, Al Haris JERNIH.ID, JAMBI — Gubernur Jambi Al Haris mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa dan zikir memohon turunnya hujan. Seruan ini disampaikan menyusul dampak kekeringan ekstrem yang mulai melanda wilayah Jambi akibat fenomena cuaca yang disebut sebagai "El Nino Godzilla".
Pernyataan tersebut diungkapkan Al Haris saat menghadiri Tabligh Akbar memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Raya Tsamaratul Insan, Kota Jambi, Minggu (6/9/2026).
"Kita mengharapkan doa dari seluruh bapak ibu. Mudah-mudahan negeri kita ini Allah mudahkan dengan turunnya hujan. Hari ini kekeringan sudah mulai melanda karena kemarau El Nino Godzilla ini keringnya luar biasa," ujar Al Haris di hadapan ribuan jamaah.
Meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan puncak musim kemarau masih akan berlangsung hingga Oktober mendatang, Al Haris mengingatkan bahwa segala ketentuan tetap berada di tangan Sang Pencipta. Ia optimis hujan bisa turun kapan saja atas kehendak-Nya.
"Mari kita berdoa, mudah-mudahan Allah segera memberi kita hujan. Insya Allah, tanaman kembali tumbuh baik dan masyarakat sehat seperti biasa," tambahnya.
Acara keagamaan ini turut dihadiri Wakil Gubernur Abdullah Sani, unsur Forkopimda, Ketua TP-PKK Provinsi Jambi Hesnidar Haris, para kepala OPD, ASN, PPPK, pengurus BKMT, serta ratusan pelajar dan masyarakat umum.
Dalam kesempatan yang sama, Al Haris sempat menyampaikan permohonan maaf kepada jamaah karena penceramah kondang Ustadz Das'ad Latif batal hadir. Ia menjelaskan, penerbangan Ustadz Das'ad tertunda di Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi anak Gunung Krakatau.
Sebagai pengganti, panitia menghadirkan ulama asal Mesir, Syekh Muhammad Musthafa 'Alaa Na'aimah, untuk menyampaikan tausiah kepada jamaah yang memadati masjid.
"Manusia hanya bisa berencana, tapi Allah lah yang mengatur. Kita berharap kondisi penerbangan segera kembali normal agar aktivitas masyarakat Jambi dan rute ke Jakarta tidak terganggu," ungkap Al Haris saat diwawancarai usai acara.
Mengusung momentum peringatan Maulid Nabi, Al Haris menekankan pentingnya mengambil dua hikmah utama bagi kehidupan sehari-hari. Pertama, manusia harus menyadari bahwa kekuasaan mutlak milik Allah SWT sehingga wajib menjauhi sifat sombong dan memperbanyak doa. Kedua, umat Islam diimbau untuk konsisten bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
"Mari kita perbanyak bershalawat kepada Nabi kita Muhammad SAW. Mudah-mudahan dengan shalawat itu, Allah mudahkan segala hajat kita," tutupnya.
Sementara itu, rangkaian acara tabligh akbar ditutup dengan tausiah mendalam oleh Syekh Muhammad Musthafa 'Alaa Na'aimah. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa doa para nabi lahir bukan dari kehidupan yang tanpa ujian, melainkan muncul di tengah situasi penuh tekanan, kesedihan, dan pengharapan yang mendalam kepada Allah SWT.(*/JR2)