Eceng Gondok Oleh: Kelompok 9 Kelas 02SAKE003
Hi hi hii!! perkenalkan kami dari kelompok 9 mata kuliah Kewirausahaan dengan dosen pembimbing Ibu Afridayani, S.E., M.M. Universitas Pamulang yang beranggotakan Milam Saroh, Novi Yanti dan Roby Awaludin, kami akan sharing ke kalian tentang Peluang Bisnis dari tumbuhan hama yang memiliki nilai ekonomis. Wahh seru bangettt pastii! Kira-kira usaha apa yaa? yukk mari kita simak.
Ngomong-ngomong soal tumbuhan hama, di Indonesia masih banyak sekali tumbuhan-tumbuhan yang tidak terorganisir kemanfaatannya sehingga menimbulkan kerugian bagi lingkungan sekitar. Nah, salah satunya adalah Eceng Gondok.
Eceng gondok atau dengan nama latin Eichhornia crassipes merupakan tumbuhan gulma yang berada di wilayah perairan yang hidup terapung. Eceng gondok memiliki kecepatan tumbuh yang sangat tinggi sehingga tumbuhan ini dianggap sebagai gulma yang dapat merusak lingkungan perairan. Tumbuhan dengan daun yang lebar ini berfungsi untuk mempercepat penguapan dan untuk pernapasan. Daun Eceng Gondok ini tergolong ke dalam salah satu makrofita yang terletak diatas dipermukaan air dan di dalamnya memiliki lapisan rongga udara dan berfungsi untuk alat pengapung tanaman.
Ciri-ciri dan Morfologi daun Eceng Gondok

Bentuk daunnya yang tunggal dan berbentuk oval, permukaannya sedikit mengkilap dan berwarna hijau. Di bagian ujung serta pangkal daun sedikit runcing dan tangkai daun lumayan menggelembung. Tumbuhan Eceng Gondok memiliki Bunga yang termasuk kedalam bunga majemuk, berbentuk bulir dan kelopaknya seperti tabung.
Dampak Negatif Eceng Gondok

Eceng Gondok sebagai tumbuhan hama bisa dibilang sebagai tumbuhan yang merusak lingkugan sekitar dan menjadi penyebab kedangkalan di perairan tersebut, karena eceng gondok yang mati akan mengapung ke permukaan air.
Dampak Positif Eceng Gondok


Dari bahan baku eceng gondok ini dapat dihasilkan berbagai kerajinan tangan baik hiasan atau barang berdaya guna sekalipun, contohnya seperti gantungan kunci, hiasan dinding, bingkai foto, pot bunga, kotak tissue, pouch handphone tas, sandal, souvenier, tudung saji, dan juga masih banyak lainnya.
Proses Produksi Kerajinan Eceng Gondok
- Adapun proses produksi kerajinan eceng gondok yaitu eceng gondok yang masih segar baru diambil dari perairan langsung dibersihkan, lalu dijemur sampai benar-benar kering. Biasanya pengeringan dengan cara penjemuran memakan waktu satu minggu jika cuaca mendukung, jika cuaca kurang mendukung maka memakan waktu yang lebih lama.
- Eceng gondok yang telah kering kemudian dipilih dan dipisahkan berdasarkan warna dan panjangnya. Setelah penyortiran, eceng gondok yang sudah kering direndam dalam larutan hydrogen peroksida (H2O2) selama kurang lebih setengah hari. Hal ini bertujuan untuk eceng gondok kering agar lebih bersih, juga menghilangkan noda yang menempel dan menghilangkan jamur.
Setelah proses perendaman selama enam jam, eceng gondok dijemur sampai kurang lebih tiga hari, kemudian dipotong menjadi lembaran-lembaran dengan ukuran yang beragam (sesuai dengan produk apa yang dibuat) agar mudah dianyam.
- Lembaran-lembaran yang sudah dipotong tadi masih perlu ditekan dengan menggunakan mesin press untuk memimpihkan sesuai dengan ketebalan yang diinginkan. Setelah menjadi lembaran yang diinginkan tinggal dibuat menjadi produk apa yang akan dibuat. Biasanya lembaran-lembaran tersebut dipakai untuk kepangan atau anyaman.
- Setelah proses Panjang tadi telah dilalui, kini perlu proses perakitan. Dalam dal perakitan ini diperlukan lem perekat yang diperuntukkan untuk jenis kayu. Setelah perakitan selesai, maka tinggal finishing. Finishing berupa pemberian impra, penyemprotan pernis dan penyemprotan melamin. Hal ini bertujuan agar produk yang dihasilkan menjadi kaku, awet, mengkilap dan tentu saja tahan lama. Kerajinan yang telah jadi dalam berbagai bentuk dan fungsi kini siap dipasarkan.



Analisi Peluang Usaha:
Analisis Strength (Kekuatan)
Usaha Anyaman Eceng Gondok harus memperhatikan setiap kebutuhan dan permintaan konsumen dalam berbagai produk yang dihasilkan. Dan harus memberikan pelayanan yang baik pada setiap permintaan konsumen selain itu harus dilakukan uji coba ketahanan produk sebelum dipasarkan. Bahan baku Anyaman Eceng Gondok bisa didapatkan di mana saja dengan begitu usaha ini memiliki biaya overhead yang cukup rendah, sehingga bisa menawarkan harga terbaik bagi konsumen sesuai masing-masing produk yang dihasilkan. Usaha Anyaman Eceng Gondok ini mempunyai berbagai macam produk yang dipasarkan dan cukup banyak diminati di kalangan masyarakat luar maupun lokal.Produk dari anyaman Eceng Gondok bisa bertahan dalam waktu kurun 8 tahun tergantung perawatan.
Anyaman Eceng Gondok memiliki kesan etnik tradisional juga memiliki serat alami, sehingga nyaman digunakan ketika pembuatan kerajinan sofa maupun kursi begitupula dalam metode pembuatannya yang digunakan dalam proses anyaman memberikan tekstur yang unit dan memenuhi unsur esetika.
Analisis Weakness (Kelemahan)
Setiap usaha pasti memiliki kelemahannya masing-masing dan dalam berbisnis anyaman memiliki kelemahan seperti:
- Proses pembuatan memerlukan waktu yang cukup lama
- Pemilihan warna setiap anyaman sangat terbatas
- Kurangnya tenaga ahli yg kompeten di beberapa bidang terutama dalam menganyam.
- Akan adanya pesaing di masa yang akan datang.
Analisis Opportunities (Peluang)
Sektor bisnis anyaman Eceng Gondok yang bisa kita rintis akan mengalami kenaikan dalam penjualan maupun permintaan konsumen, karena usaha bisnis Anyaman Eceng Gondok sangat didukung penuh oleh pemerintah sebab salah satu pemerdayaan lingkungan yang dapat mengurangi dan menghindarkan suatu perairan dari tumbuhan hama.
Membangun bisnis menganyam dibutuhkan keahlian seni yang maksimal sehingga belum ada persaingan ketat dalam sektor bisnis anyaman saat ini.
Bisnis Usaha Anyaman Eceng Gondok dapat dijalankan dengan baik tanpa harus mengeluarkan modal yang besar, karena bahan pokok yang mudah didapatkan.
Analisis Threats (Ancaman)
Kemajuan teknologi membuat perkembangan diluar kendali, dikhawatirkan semakin langkanya tumbuhan Eceng Gondok yang bisa dibilang akan mengancam bisnis ini. Dikhawatirkan adanya pesaing dari kerajinan tangan berbahan dasar lain seperti semen dan kerajinan tangan yang mempunyai daya guna dan tahan lama lebih baik.
Nah setelah tau apa itu eceng gondok, juga tau proses pembuatan suatu jenis kerajinan dan sampai menjadi produk siap pakai. Bahkan sudah tau juga beberapa peluang bisnis yang sudah diterangkan diatas. Jadi bagaimana, tertarik kah dengan usaha kerajinan eceng gondok ini? Jika iya maka ayo kita maksimalkan ide kreatif kita, bukan hanya mendapatkan uang yang menjanjikan loh, kita juga turut serta program pemerintah dalam pengendalian eceng gondok diperairan sekitar kita. Yuk sama sama kita berbisnis !!! Sukses!!!
(Penulis merupakan Kelompok 9 mata kuliah Kewirausahaan Universitas Pamulang)