Patroli Al Haris bersama Satgas Karhutla Jambi di lahan yang kabakaran JERNIH.ID, JAMBI — Fakta mengejutkan terungkap di balik penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi. Area lahan yang baru saja terbakar dan berasap mendadak berubah fungsi menjadi kebun kelapa sawit ilegal.
Pelaksana Harian Satgas Karhutla Provinsi Jambi sekaligus Danrem 042/Garuda Putih, Brigjen TNI Nyamin, membeberkan bahwa aksi penanaman sawit ini terpantau di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura). Wilayah tersebut meliputi area Batanghari serta Tahura Orang Kayo Hitam di Kabupaten Muaro Jambi.
Pihak Satgas menemukan kejanggalan ini ketika menerjunkan personel untuk memantau titik bekas kebakaran. Petugas mendapati bibit sawit baru yang sengaja ditanam oleh oknum perambah hutan.
"Di Tahura itu kemarin terjadi kebakaran. Begitu dipatroli, ternyata sudah ada juga yang menanam sawit. Itu perambah," ujar Nyamin usai melakukan patroli bersama Gubernur Jambi, Al Haris, Selasa (03/11/2026).
Aksi lancang para perambah di Tahura Orang Kayo Hitam ini langsung memicu tindakan tegas dari petugas. Tim gabungan mencabut sebagian tanaman sawit ilegal dan mengamankan satu orang terduga pelaku ke Polsek Kumpeh guna pemeriksaan hukum lebih lanjut.
Kendati skala lahan yang ditanami belum tergolong masif, Satgas Karhutla bergerak cepat memperketat pengawasan. Langkah preventif ini bertujuan menghentikan perluasan alih fungsi kawasan lindung secara ilegal.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris memastikan situasi titik api utama sudah berangsur mereda. Kendati demikian, ancaman baru muncul dari sisa bara di lahan gambut yang kembali mengeluarkan asap pekat.
"Kalau api yang besar sudah tidak ada. Tapi masih ada lahan-lahan gambut yang sebelumnya sudah padam saat hujan, sekarang kembali mengeluarkan asap," jelas Al Haris.
Menghadapi potensi karhutla susulan, Pemprov Jambi mendorong pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) secara cepat. Upaya ini difokuskan pada wilayah-wilayah rawan yang belum tersentuh curah hujan merata.
"Kita berharap di titik-titik yang tidak ada hujan atau hujannya tidak merata, ada peran OMC. Ini yang kita harapkan," pungkasnya.(*/JR2)