JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - proses belajar mengajar di hampir di seluruh SMA negeri dan swasta sepertinya akan sedikit mengalami kualitas belajar mengajar pasalnya hingga saat ini Rabu (19/09/18) tercatat ada 1728 meja dan kursi yang kurang untuk SMA di kota Jambi. Dengan adanya temuan tersebut pemerintah provinsi Jambi dimana Sejak tahun 2017 silam SMA dan SMK menjadi tanggung jawab dinas pendidikan Provinsi Jambi.
Saat di konfirmasi via WhatsApp Kepala Dinas pendidikan Provinsi Jambi Agus Hariyanto mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut dirinya sudah mengintruksikan kepada kepala sekolah yang ada untuk menyusun anggaran terkait kursi dan meja.
Dirinya menanbahkan bahwa untuk proses kegiatan belajar mengajar (KBM) sepenuhnya menjadi kewenangan sekolah, sekolah sudah mengambil kebijakan bagaimana KBM tetap berjalan sesuai Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
"Kalau KBM kembali ke sekolah bagaimana teknisnya dan harus sesuai dengan rencana pelaksana pembelajaran" kata agus.
Untuk masalah anggaran pihaknya telah mengajukan perubahan Anggaran ke Pemerintah Provinsi Jambi dan saat ini sedang dalam pembahasan dengan DPRD Provinsi Jambi dan diprediksi akan selesai pada akhir november mendatang.
Mendegar permasalahan adanya kekurangan kursi dan meja di sejumlah sekolah. Karo Humas dan Protokoler Provinsi jambi Johansyah angkat bicara atas masalah tersebut.
Dirinya mengatakan pihaknya akan segera memcari solusi atas masalah yang ada secepatnya, namun dirinya tidak bisa memastikan kapan akan bisa di realisasikan.
"Saya sudah dengar masalah itu dan akan segera di carikan jalan keluar secepatnya, namun dirinya tidak bisa memastikan kapan akan bisa di realisasikan" kata Johansyah.