KONI Jambi Tancap Gas: Kualitas Pelatih Digenjot untuk Tren Positif di PON 2028

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Kamis, 09 Juli 2026 , 14:51 WIB
Kompetensi pelatih melalui pelatihan intensif di aula KONI Jambi
Dok KONI Provinsi Jambi
Kompetensi pelatih melalui pelatihan intensif di aula KONI Jambi


JERNIH.ID, ​JAMBI – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi mulai tancap gas mempersiapkan atlet menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTB–NTT–Jakarta. Langkah konkret dilakukan dengan menggenjot kompetensi pelatih melalui pelatihan intensif yang berlangsung di Aula KONI Jambi, 8–9 Juli 2026.

​Langkah ini menjadi upaya strategis KONI Jambi untuk membalikkan tren prestasi atlet daerah yang sempat menurun dalam beberapa gelaran PON terakhir. Guna memastikan target tersebut tercapai, KONI Jambi menghadirkan pakar nasional, yakni Iwan Hermawan (pelatih fisik nasional) dan Greg Wilson (konsultan ahli Kemenpora RI), untuk berbagi ilmu kepada perwakilan pelatih dari 54 cabang olahraga.

​Ketua Umum KONI Jambi, Mat Sanusi, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen penuh untuk memperbaiki posisi Jambi di peta olahraga nasional. Ia menyadari adanya tren penurunan raihan medali, namun ia memastikan hal tersebut tidak akan dibiarkan berlarut-larut.

​"Kita harus jujur melakukan evaluasi. Tren posisi medali Jambi terus menurun. Kita harus hentikan tren negatif ini sekarang juga," tegas Mat Sanusi saat membuka kegiatan, Rabu (8/7/2026).

​Menurut Mat Sanusi, keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk berhenti berprestasi. Ia justru memilih fokus pada peningkatan kualitas ilmu kepelatihan sebagai investasi jangka panjang.

​"Jika pelatih memiliki kompetensi mumpuni, maka atlet yang dibina akan memiliki daya saing lebih tinggi di kancah nasional. Ini adalah kunci agar kita bisa kembali meraih tren positif di PON 2028 nanti," tambahnya.

​Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Jambi, As Budianto, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari peta jalan menuju Babak Kualifikasi PON 2027 dan PON 2028. Selain itu, pihaknya juga sedang mematangkan persiapan atlet untuk ajang PON Bela Diri di Sulawesi Utara.

​"Akhir Juli ini, kami akan menggelar seleksi tahap ketiga bagi enam cabang olahraga prioritas. Setelah itu, pada Agustus, para atlet yang lolos akan langsung masuk program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) intensif," jelas Budianto yang juga menjabat sebagai ketua panitia pelaksana.

​Langkah akselerasi KONI Jambi ini disambut positif oleh Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jambi, Novriadi. Ia menilai, efisiensi pembinaan melalui peningkatan kualitas pelatih adalah langkah yang tepat di tengah tantangan anggaran saat ini.

​Novriadi berharap seluruh pelatih dapat menyerap ilmu sport science dari narasumber nasional dan segera mengimplementasikannya dalam program latihan harian atlet.

​"Kami mengapresiasi terobosan KONI Jambi yang konsisten melakukan pembinaan. Ilmu yang didapat harus segera diaplikasikan untuk mendongkrak kualitas atlet kita, sehingga target meraih tren positif di PON 2028 bisa terealisasi," pungkas Novriadi.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID