Mahasiswa Fakultas Farmasi UMP Ciptakan Permen Anti Corona

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Sapi'i - Jumat, 06 Agustus 2021 , 22:37 WIB
Permen anti Corona temuan mahasiswa Fakultas Farmasi UMP
Republika/Eko Widiyatno
Permen anti Corona temuan mahasiswa Fakultas Farmasi UMP


JERNIH.ID - Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Purwekerto (UMP) menemukan penemuan terbaru, yaitu permen anti Corona.

entu saja anda salah jika mengira permen Anti Corona adalah permen pencegah virus Covid-19. Permen anti Corona adalah permen pereda batuk atau pelega tenggorokan yang berangkat dari akronim Anti Cough From Onion (Corona).

Permen berbahan dasar bawang merah itu adalah inovasi dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek). Lolosnya inovasi ini dalam ajang PKM membuat riset kegiatannya didanai Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbudristek.

Ketua Tim Mahasiswa Farmasi UMP Risti Ainun Nisa menjelaskan bahwa permen pereda batuk Anti Corona ini terbuat dari bawang merah, madu, dan perasa makanan. Tim yang terdiri dari Ryan Wody Prawidasary, Aldy Tri Renaldy, Angelia Yuliana Safitri, dan Uzma Eliyanti itu telah melakukan studi literatur untuk mencari kebenaran mengenai khasiat bawang merah sebagai pereda batuk.

“Setelah kami melakukan studi literatur, beberapa hasil yang kami dapatkan itu terbukti bahwa bawang merah berkhasiat sebagai pereda batuk. Namun, karena rasa dan baunya tidak enak, banyak masyarakat yang kurang suka,” kata Risti, Rabu (4/8) yang lalu.

Menyambung Risti, Dosen Pembimbing Tim Mahasiswa Farmasi Indri Hapsari mengatakan bahwa bawang merah mengandung allicin yang bisa digunakan sebagai antibakteri, sehingga banyak dimanfaatkan masyarakat untuk meredakan batuk atau gatal pada tenggorokan.

Pemanfaatannya yang secara tradisional dilakakukan dengan menumbuk dan diambil air, kini dirancang untuk dijadikan permen dengan fungsi yang sama yaitu meredakan batuk namun memiliki rasa yang enak dan bau yang tidak mengganggu. Pada prosesnya, ekstraksi bawang merah dicampur dengan madu dan perisa lemon.

Meski belum diproduksi secara massal, Indri mengatakan bahwa produk mahasiswa UMP ini siap dipasarkan dalam bentuk UMKM. Apalagi menurutnya banyak alumni Farmasi UMP dan apoteker yang memesan permen ini dengan harga Rp9.000 per bungkus dan berisi lima butir permen.

Sumber: muhammadiyah.or.id



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID