Gubernur Al Haris Implementasikan Gerakan Sungai Batanghari Bersih Melalui Lomba Kampung Mantap

Penulis: Anil Hakim , Editor: Ardy - Ahad, 25 Desember 2022 , 11:55 WIB
Kabid PPKL DLH Provinsi Jambi, Asnelly saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (23/12)
Anil Hakim/jernih.id
Kabid PPKL DLH Provinsi Jambi, Asnelly saat diwawancarai di ruang kerjanya, Jumat (23/12)


JERNIH.ID, Jambi - Pencemaran lingkungan menjadi isu yang sangat krusial dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup serta dapat mengancam ekosistem yang ada.

Berbagai permasalahan mulai dari penebangan hutan secara liar, polusi udara, abrasi, hingga pencemaran sungai menjadi persoalan yang dapat mengancam kelestarian lingkungan hidup.

Di Provinsi Jambi pencemaran Sungai Batanghari semakin mengkhawatirkan. Pada tahun 2021 lalu misalnya, indeks kualitas air Sungai Batanghari berada pada angka 48,96 atau dapat dikatakan tercemar.

"Kalau dicermati penyebab buruknya itu ada karena aktivitas PETI, industri, pertanian dan juga perilaku masyarakat yang membuang sampah di Sungai," ujar Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Asnelly Ridha Daulay, Jumat (23/12/2022).

Merespon kondisi ini, Gubernur Jambi Al Haris beberapa waktu lalu telah mencanangkan gerakan Sungai Batanghari bersih. Salah satu implementasi dalam mewujudkan cita-cita tersebut adalah dengan menggelar lomba 'Kampung Mantap'.

"Kampung Mantap ini ide orisinil pak Gubernur. Pak Al Haris begitu konsen memperhatikan masalah pencemaran air. Beliau ingin sungai bisa seperti zaman dulu, anak-anak bisa mandi dan main di sungai," terangnya.

Tujuan lomba Kampung Mantap ini sendiri yaitu membangkitkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta melakukan pengelolaan sampah dengan metode 3R yakni reduce, reuse dan recycle.

Terdapat beberapa indikator penilaian untuk kampung yang dapat dikategorikan mantap, diantaranya masyarakat di desa atau kelurahan tersebut tidak membuang sampah sembarangan, kemudian masyarakat dapat mengelola sampah menggunakan bank sampah serta melakukan penanaman pohon disekitar area sungai untuk mencegah abrasi dan erosi tanah.

"Nantinya pak Gubernur akan memberikan hadiah kepada pemenang dalam lomba ini berupa sepeda motor Viar roda tiga, tong sampah, hingga paket insentif masing-masing 5 juta rupiah," tutur Asnelly.

Penilaian lomba 'Kampung Mantap' ini sebenarnya telah berlangsung sejak bulan Oktober hingga November lalu. Rencananya pemenang dari lomba ini akan diumumkan dalam Acara Penganugerahan Kampung Mantap pada hari Senin mendatang.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID