JERNIH.CO.ID, Muara Sabak - Memasuki bulan suci Ramadhan 1440 H, stok kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) dan harga di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Tanjung Jabung Timur masih aman terkendali, namun terjadi peningkatan harga pada komoditi bawang putih.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tanjung Jabung Timur, Idris mengatakan setelah melakukan sidak bersama OPD terkait dan satgas pangan bahwa stok pangan untuk Kabupaten Tanjung Jabung Timur aman.
"Stock pangan aman, namun terjadi peningkatan harga pada komoditas bawang putih yang berkisar Rp 100.000/Kg. Hal ini disebabkan kurangnya pasokan dari luar, dan tidak adanya produksi lokal oleh petani Tanjab Timur. Setelah berkoordinasi dengan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bahwa pada tanggal 8-10 Mei sudah ada pasokan impor bawang putih dari luar sehingga dapat menstabilkan harga," kata Idris, Senin (6/5/19).
Selain bawang putih terdapat beberapa komoditas yang menjadi perhatian salah satunya beras, untuk stok beras Kabupaten Tanjung Jabung Timur tercukupi bahkan #urplus.
"Untuk stok beras kita berlebih karena produksi kita selama setahun kurang lebih 42.000 ton sedangkan kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Tanjab Timur hanya sekitar 18.000 ton, sehingga kita masi surplus 24.000 ton. Bahkan kita sudah mengirim ke daerah luar seperti pada Kabupaten sekitar wilayah Tanjab Timur bahkan kita juga memasok pada Provinsi Kepulauan Riau dan Batam," ungkap Idris
Dirinya juga menjelaskan antisipas pihak Dinas Ketahanan Pangan terhadap penigkatan kebutuhan gula pasir dan minyak goreng yang pada bulan ramadhan juga dilakukan dengan l melakukan koordinasi dengan pihak Disperindag, Bulog dan OPD terksit lainnya agar kebutuhan tersebut tidak terputus.
"Tak lupa saya mengucapkan terimkasih kepada Bapak Bupati Tanjung Jabung Timur yang telah membuat Perbub nomor 6 tahun 2017 bahwa PNS Tanjab Timur agar mengkonsumsi beras lokal yang ada di Tanjab Timur," katanya.
Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Tanjab Timur terdapat beberapa komoditi yang menjadi perhatian pada saat memasuki bulan puasa dan menjelang Idul Fitri hal tersebut karena kebutuhannya meningkat, diantaranya beras, bawang merah, kacang tanah, cabe, daging sapi, daging ayam yang mengalami peningkatan kebutuhan sebesar 15 % dari kebutuhan normal.
Sementara itu, Kabid Distribusi Dinas Ketahanan Pangan Tanjung Jabung Timur, Nandang AS mengatakan bahwa untuk konsumsi daging pada bulan puasa ini relatif stabil bahkan cenderung menurun.
"Dibulan puasa ini konsumsi daging relatif stabil, akan tetapi pada saat mendekati hari raya Idul Fitri diprediksi akan meningkat sebanyak 15%," ungkapnya.