Mengokohkan Hati

Penulis: - Ahad, 03 Juni 2018 , 01:47 WIB


JERNIH.CO.ID, Kota Jambi - Banyak jalan yang dibuka Allah untuk manusia agar kokoh hatinya, salah satu yang sangat sering dikemukakan adalah melalui sejarah. Karena sejarah adalah perulangan masa lalu yang direalitakan dalam kondisi kekinian, dimana pelaku dan waktunya saja yang berbeda.

Namun subtansinya sama, yakni dialog dan dinamika manusia tentang, kejahatan, kedzaliman dan angkara murka dengan kebenaran, kebaikan, dan keshalehan manusia (dzulumat dan Nur).

Dalam sejarah kemanusiaan, sejak Nabiyullah Adam AS, sebagai bapak manusia (abul bashar) hingga Nabiyullah dan rasul Muhammad SAW, tidak beda antara satu rasul dan lainnya (lanufarriku baina ahadim mirrusulihi). Dalam nubuwah kenabian, tiap mereka ada umatnya, dan ada kisahnya sesuai situasi masing-masing.

Sejarah acapkali dilupakan manusia, karena ada kesamaan yang menyangkut kepentingan mereka yang dikhawatirkan bisa menghancurkan strategi dan kepentingan kelompoknya. Maka dimanapun dimuka bumi ini, sejarah-sejarah kemanusiaan baik menyangkut keshalehan apalagi kedzaliman dan kemungkaran ditutup sangat rapat.

Rekaman sejarah terdapat pada buku-buku, kitab-kitab, manuscrift dan catatan-catatan lama. Maka tiap perang di dunia selalu yang jadi sasaran adalah penghancuran monumen sejarah, buku-buku dan kitab-kitab suci. Namun demikian tetap saja sejarah terpelihara dengan baik oleh sang pembuat sejarah dan pemelihara sejarah, Allah SWT.

Sejarah yang lengkap, sejak manusia pertama hingga umat terakhir umat Nabi dan Rasul Muhammad SAW, semuanya terekam dengan baik dalam Al-Qur'anul Karim.

Bahkan monumen sejarah pun tersisa dengan baik diungkap Allah dalam Al-quran, seperti Fir'aun dan sekutunya. Sengaja Allah sisakan agar manusia mengenal Fir'aun masa lalu dan jadikan pelajaran terbaik dan terindah bagi manusia masa kini, dalam menghadapi fir'aun di dunia zaman now.

Mengapa sejarah, relatif dibungkam? Hal ini maksudkan agar manusia segera menutup sejarah masa lalu dan tidak lagi bangkit dalam kenangan umat dan masyarakat hari ini. Namun demikian tidak mudah menghentikan sejarah, apalagi menutup sejarah. Karena dia mengalir secara alamiah, dan pada saatnya terbuka dengan sendirinya.

Hanya mereka yang kerdil yang melupakan sejarah dan kisah masa lalu yang penuh heroik dan patriotik, baik menyangkut kebenaran dan kemungkaran. Sebaliknya mereka yang mengenal dan menggali sejarah adalah pengukir dan penggubah peradaban masa depan.

Al-Quran bicara sejarah, selain sebagai pembelajaran agar tidak melakukan kesalahan masa lalu, tetapi juga untuk mengokohkan hati, keyakinan dan keimanan seseorang.

Maka itu, siapa saja yang menguasai sejarah dengan baik, menghargai sejarah dan belajar dari sejarah, maka dialah pemilik kekokohan hati dan layak sebagai khalifah fil Ardi.

Mulailah belajar dari sejarah, menegakkan sejarah, dan mengukir sejarah yang elok untuk budaya dan peradaban kemanusiaan zaman now dan zaman depan. Salam Ramadhan Karim.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID