Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat JERNIH.ID, KUALA TUNGKAL - Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyatakan kesiapan penuh mengawal pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Komitmen ini ditegaskan Bupati Anwar Sadat usai mengikuti rapat koordinasi nasional secara virtual, Senin (7/9/2026).
Rapat strategis tersebut membedah langkah mitigasi menghadapi musim kemarau. Pemerintah pusat bersama ratusan korporasi memperkuat barisan untuk menekan potensi bencana asap.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago memimpin langsung jalannya rapat. Ia menginstruksikan seluruh pemangku kepentingan menyatukan langkah dan memperketat pengawasan di lapangan.
Sebanyak 325 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan turut dilibatkan. Pelibatan dunia usaha ini bertujuan membangun komitmen bersama dalam mengamankan wilayah konsesi dari ancaman api.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto memetakan enam provinsi rawan prioritas nasional. Wilayah tersebut meliputi Kalimantan Barat, Riau, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, hingga Jambi.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memaparkan strategi pengendalian berbasis teknologi dan lapangan. Pemerintah mengandalkan Operasi Modifikasi Cuaca, pengerahan helikopter water bombing, hingga tim darat terpadu.
Dari aspek tata ruang, Menteri ATR/BPN menekankan kewajiban korporasi menjaga wilayah operasionalnya. Setiap pemegang izin wajib mematuhi standar pencegahan kebakaran di atas lahan masing-masing.
Aparat penegak hukum turut mengambil sikap tegas tanpa kompromi. Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan jajarannya telah menetapkan 11 tersangka kasus karhutla di Provinsi Jambi.
Senada dengan kepolisian, Jaksa Agung memastikan penegakan hukum menyasar aktor intelektual hingga korporasi. Negara memburu pihak yang bertanggung jawab sekaligus menagih pemulihan kerugian lingkungan.
Menanggapi arahan tersebut, Bupati Anwar Sadat langsung mengambil langkah taktis di daerah. Ia menggerakkan seluruh elemen di Tanjab Barat untuk memperkuat koordinasi lintas sektor.
"Kami mengajak perusahaan, aparat, dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga lingkungan, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar," tegas Anwar Sadat.
Forum tingkat tinggi ini juga dihadiri jajaran menteri kabinet, Panglima TNI, Kapolri, Kepala BIN, Jaksa Agung, serta kepala lembaga terkait lainnya untuk memastikan kesiagaan nasional tetap berada di level maksimal.(*/JR2)