Pengamat Sebut Bank Jambi Pegang Peran Kunci Pacu Ekonomi Daerah dan Usaha Warga

Penulis: Redaksi , Editor: Ardy - Selasa, 18 Agustus 2026 , 15:02 WIB
Pengamat Sebut Bank Jambi Pegang Peran Kunci Pacu Ekonomi Daerah dan Usaha Warga Pengamat Sebut Bank Jambi Pegang Peran Kunci Pacu Ekonomi Daerah dan Usaha Warga


JERNIH.ID, ​JAMBI – Bank Jambi memegang peran strategis dalam memaknai kemerdekaan Republik Indonesia melalui penguatan kemandirian ekonomi daerah. Sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD), instansi perbankan ini terus memacu perluasan akses pembiayaan guna menggerakkan sektor-sektor produktif masyarakat.

Pengamat perbankan, Laila Farhat, menilai kemerdekaan dalam perspektif ekonomi tidak sekadar terbebas dari penjajahan. Lebih dari itu, masyarakat harus mengantongi kesempatan luas untuk berkembang melalui akses modal yang mudah dan tepat sasaran.

Laila menyoroti pentingnya peran Bank Jambi dalam mengalirkan kembali dana masyarakat ke sektor riil, seperti Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, perkebunan, perdagangan, hingga jasa.

Langkah intermediasi ini kian krusial mengingat perekonomian Provinsi Jambi pada triwulan I-2026 masih mampu tumbuh sebesar 4,33 persen secara tahunan (year-on-year).

"Masyarakat membutuhkan skema pembiayaan yang ramah dan tepat guna. Ketika UMKM memperoleh modal, petani mengantongi pembiayaan, dan pedagang mampu mengerek kapasitas usahanya, di situlah masyarakat merasakan manfaat nyata kemerdekaan," ujar Laila.

Ia menambahkan, penyaluran kredit ke sektor produktif memicu efek domino yang positif. Langkah ini tidak hanya membuka lapangan kerja baru, tetapi juga meningkatkan pendapatan warga dan memutar roda perekonomian di berbagai pelosok Jambi.

Kebutuhan modal kerja masyarakat di Jambi terbukti sangat besar. Data penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Jambi hingga Mei 2026 mencatatkan angka fantastis, yakni mencapai Rp3,42 triliun yang tersalurkan kepada 35.744 debitur. Sektor pertanian mendominasi penerimaan kucuran dana tersebut.

Besarnya potensi pasar ini, lanjut Laila, menjadi peluang emas bagi Bank Jambi untuk memperbesar kontribusi pembangunan daerah. Bank daerah ini perlu menghadirkan produk pembiayaan yang makin kompetitif dan inklusif.

"Bank Jambi harus hadir lebih dekat dengan warga. Setiap sektor usaha memiliki karakter unik yang membutuhkan pendekatan pembiayaan berbeda," jelasnya.

Meski mendorong ekspansi pembiayaan secara agresif, Laila mengingatkan manajemen Bank Jambi agar tetap memegang teguh prinsip kehati-hatian (prudent banking). Pertumbuhan bisnis tidak boleh mengorbankan tingkat kesehatan bank maupun kualitas aset perbankan.

Menurutnya, penguatan tata kelola perusahaan (good corporate governance), manajemen risiko yang ketat, serta efisiensi operasional menjadi fondasi utama agar perbankan tetap tangguh menghadapi dinamika ekonomi.

"Semangat kemerdekaan bukan alasan untuk mengejar pertumbuhan kredit tanpa batas. Bank harus membangun sistem yang sehat dan efisien agar mampu menjalankan fungsi intermediasi secara berkelanjutan," tegas Laila.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Laila mendorong Bank Jambi mempercepat transformasi digital dan menggembleng literasi keuangan masyarakat. Digitalisasi mempermudah transaksi harian warga, sementara literasi keuangan membentuk masyarakat menjadi pelaku ekonomi yang mandiri.

Ia menegaskan, keberhasilan BPD seperti Bank Jambi tidak semata-mata diukur dari lonjakan aset atau laba bersih tahunan. Indikator keberhasilan sejati terletak pada sejauh mana layanan perbankan mampu mengangkat derajat kesejahteraan masyarakat.

"Makna kemerdekaan bagi Bank Jambi tidak boleh berhenti pada seremoni 17 Agustus semata. Keberhasilan bank daerah ini terlihat saat masyarakat makin mudah mengakses modal, mandiri secara ekonomi, dan menikmati masa depan yang lebih baik," pungkasnya.(*/JR2)



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID