PETI Makan Korban, Mahasiswa Tuding Pemerintah Merangin Kurang Tegas

Penulis: - Kamis, 26 Desember 2019 , 12:08 WIB


JERNIH.ID, Merangin - Aktivitas tambang illegal di Kabupaten Merangin, sudah menelan banyak korban jiwa. Terbaru Enam orang penambang tertimbun di kawasan tambang Desa Pulau Baru, Kecamatan Batang Masumai, Sabtu (21/12).

 

Jatuhnya korban untuk kesekian kalinya ini, sebagai bukti tidak adanya ketegasan pihak pihak terkait untuk memberantas aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di bumi tali undang tambang teliti.

 

Hal tersebut diungkapkan Andri Rustandi, Ketua Umum Pegerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Merangin. Andri menyesalkan aktivitas tambang illegal yang memakan korban jiwa di Batang Masumai tersebut.

 

"Ini sebagai bukti tak maksimalnya pemberantasan PETI di Merangin. Bukti tidaknya adanya ketegasan pihak pihak terkait. Kami sangat menyesalkan adanya korban jiwa karena PETI ini," ujar Andri, dihubungi, Kamis (26/12).

 

Ditegaskan Andri, PMII kembali menuntut janji pemerintah daerah dan aparat hukum untuk memberatas aktivitas PETI di Kabupaten Merangin. "Kami meminta pihak terkait buktikan ketegasan, berantas dan bongkar siapa sebenarnya pemilik modal, siapa yang bekenginya," ujar Andri lagi.

 

Demikian juga dikatakan Solihin Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bangko. Solihin menegaskan segera akan bertindak atas kejadian yang memilukan akibat PETI di Batang Masumai itu.

 

"HMI akan segera mengambil langkah kepada pihak terkait, baik itu Pemkab, DPRD, LH dan termasuk kepada Kapolres Merangin mengenai pemberantasan PETI di Kabupaten Merangin ini," tegas Solihin.

 

Ditambahkan Solihin, HMI juga sangat menyayangkan jatuhnya korban jiwa akibat PETI baru baru ini. Dia katakan kader HMI juga turut berduka atas meninggalnya Enam pekerja di lokasi tambang tersebut. 

 

"Kami sampaikan duka cita. Kader HMI turut turun ke lokasi tambang untuk membantu evakuasi korban. Semoga kejadian ini tidak lagi terulang di Merangin," tambahnya.

 

Seperti diketahui, Enam korban PETI di Desa Pulau Baru Kecamatan Batang Masumai yakni Yusup, warga Desa Pulau Baru, Kecamatan Batang Masumai, Suparman alias Jgeg warga Desa Tendas, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati. 

 

Kemudian Wardoyo warga Desa Kropak Kecamatan Winong Kabupaten Pati. Deddy Susanto alias Dedok asal Desa Jerahi, Kecamatan Gunung ungkal, Pati. Kemudian Eko Winarto dan Danang warga asal Kabupaten Pati Jawa Tengah.

 

Penulis : Upro

Editor : Muhammad Syafe'i 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID