Gubernur Jambi, Al Haris JERNIH.ID, JAMBI – Upaya Polda Jambi membongkar kasus pembobolan saldo nasabah Bank Pembangunan Daerah (BPD) Jambi membuahkan hasil manis. Setelah lima bulan melakukan penyelidikan intensif, tim Ditreskrimsus Polda Jambi akhirnya meringkus tiga orang yang diduga kuat menjadi bagian dari jaringan siber internasional tersebut.
Keberhasilan polisi menangkap ketiga pelaku mendapat apresiasi langsung dari Gubernur Jambi, Al Haris. Namun, ia mengingatkan agar proses hukum tidak berhenti sampai di situ.
"Alhamdulillah, kami mengapresiasi Polda Jambi yang telah bekerja keras. Namun, kami berharap pengusutan tidak berhenti pada pelaku yang sudah ditangkap. Jika masih ada jaringan lain, termasuk pengendalinya, tentu harus dikejar," tegas Al Haris.
Tiga tersangka yang diringkus masing-masing berinisial DD (32), TAS (33), dan AA (35), semuanya merupakan warga Jawa Barat.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Taufik Nurmandia, mengungkapkan bahwa ketiga pelaku melancarkan aksinya atas kendali seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Bulgaria bernama Alcaz.
"DD berhubungan langsung dengan Alcaz," ungkap Taufik.
Dalam pembagian tugasnya, DD dan TAS menyasar warga lokal untuk membuka rekening Bank Jambi serta akun aset kripto. Mereka berhasil merekrut hingga 45 orang pemilik rekening.
Alcaz membayar Rp5 juta untuk setiap rekening yang terkumpul. Namun, para pelaku hanya membagikan imbalan sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta kepada pemilik asli rekening.
Sementara itu, tersangka AA bertugas merekam seluruh data sensitif—mulai dari identitas, nomor telepon, hingga password—sebelum disetorkan ke Alcaz untuk melancarkan pembobolan saldo pada 22 Februari 2026 lalu.
Penangkapan ketiga pelaku ini dinilai Al Haris sebagai langkah krusial untuk mengembalikan rasa aman serta kepercayaan masyarakat terhadap Bank Jambi.
Gubernur memastikan Pemprov Jambi bakal mendukung penuh upaya Bank Jambi dalam membentengi sistem pertahanan siber (cyber security) mereka agar insiden serupa tidak terulang di masa depan.
"Keamanan sistem Bank Jambi harus terus diperkuat agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga dan kejadian seperti ini tidak terulang lagi," pungkasnya. (*/JR2)