Polemik Ekspor Benih Lobster, Ini Tanggapan PW Pemuda Muhammadiyah Jambi

Penulis: Redaksi , Editor: Muhammad Syafe'i - Sabtu, 11 Juli 2020 , 11:40 WIB
Bidang Buruh, Tani dan Nelayan PW Pemuda Muhammadiyah Jambi, Zulqarnain
Istimewa
Bidang Buruh, Tani dan Nelayan PW Pemuda Muhammadiyah Jambi, Zulqarnain


Lanjut Zulqarnain, jika ingin budidaya lobster berkembang, KKP harus melakukan perubahan fundamental terhadap program budidaya tersebut. Di antaranya, tidak boleh lagi hanya sekedar menyediakan dan membagikan bibit secara gratis kepada kelompok, namun harus memberikan pendampingan secara intensif.

Tak hanya melakukan pendampingan, KKP juga perlu segera menetapkan sentra pengembangan budidaya lobster berdasarkan lokasi yang dekat dengan ketersediaan benih alam. Dan juga harus memberikan dukungan terhadap pengembangan riset dan teknologi budidaya sehingga menjadi jelas proses budidaya dari hulu ke hiir.

Untuk melaksanakan budidaya lobster dibutuhkan kesabaran dan ketekunan, sebab perlu 1-2 tahun untuk panen dan lobster sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

"Di sisi lain, kami juga menyebut kalau keberadaan BL memang masih menjadi primadona di pasar gelap. Meskipun, BL dinyatakan terlarang untuk diperjualbelikan. Hal itu, mengakibatkan BL bisa dengan bebas keluar dari Indonesia dengan cara diselundupkan," ungkapnya.

Akibat tingginya permintaan, sejumlah negara yang tidak memiliki komoditas lobster, secara terang-terangan melakukan transaksi jual beli. Salah satu negara tersebut, adalah Vietnam, yang beberapa tahun terakhir fokus mengembangkan lobster sebagai komoditas andalan untuk diperjualbelikan di pasar internasional.

Terus berlangsungnya transaksi BL ilegal ke luar negeri, bahwa itu terjadi karena negara seperti Vietnam terus mengembangkan komoditas tersebut untuk kebutuhan bisnis budidaya perikanan mereka. Agar itu terus berlangsung, maka Vietnam mencari BL dari negara seperti Indonesia yang diketahui memiliki sumber daya BL yang melimpah.

"Kami himbau kepada Pemerintah agar bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan yang tepat, karena hemat logika BL saja sudah harganya fantastis apalagi kalau Lobsternya sudah besar, maka dari itu alangkah baiknya kalau Pemerintah menyiapkan dengan baik proses budidaya Lobster tersebut hingga pendampingannya, agar masyarakat bisa menikmati hasil dari kekayaan lautan kita," tandasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID