Ramadan, Sekolah Kompetensi Rohani (2)

Penulis: Jernih 1 - Jumat, 23 April 2021 , 21:46 WIB
Amri Ikhsan
doc. pribadi
Amri Ikhsan


Apa strategi dalam pembelajaran ini? Strateginya learning by doing, belajar sambil berbuat. Kita harus membuat diri kita belajar, banyak mendengarkan, membaca, memperhatikan dan memaafkan, dan berbagi. Dalam belajar, kita berlomba lomba berbuat kebajikan, bertidak lembut dan santun, penuh kasih sayang, penuh toleransi, kepedulian, disiplin, saling menghormati dan menghargai adalah hal utama.

Apa sebenarnya filosofis sekolah ini? Sangat sederhana. Secara manusiawi, kita sulit menerima orang yang menentang kita, memaafkan orang yang justru telah menyakiti kita, atau memberikan rezeki kepada orang yang pelit kepada kita dan kita menyambungkan silaturrahami kepada orang yang sudah memutuskannya.

Justru karena perbuatan itulah kemudian Allah mengangkat derajat kita lebih tinggi. Bila kita mampumenerima orang yang menentang kita, berbaik hati pada orang yang menganiaya kita; atau darmawan pada orang yang pelit pada kita; serta menerima dengan terbuka orang yang telah memutuskan silaturahim dengan kita.

Apa konsep dasar sekolah ini? Konsepnya adalah homeophaty yaitu menciptakan suatu kondisi yang kontras dengan keadaan agar mencapai suatu keseimbangan psikologis. Orang lain kasar, kita lembut, dihina dibalas dengan berbaik hati, dicaci dibalas dengan berkata santun, difitnah dibalas dengan berbuat baikkepada orang itu, orang marah, kita tersenyum, dll(UNPAD)

Memang, perlu kesadaran tinggi jika sudah memutuskan untuk menjadi seorang baik. Karena tugas orang baik takkan pernah selesai sampai kapanpun, selalu ada godaan, tantangan dan hambatan tanpa henti. Sikap baik bukan hanya untuk dirinya, tapi untuk kemaslatan orang lain. Percuma merasa orang baik, bila tidak peduli dengan orang lain.

Orang baik inshaallah berkemauan mengajak orang lain menjadi baik. Orang baik itu boleh dikatakan gagal bila dia menjadi orang baik ‘tunggal’, cuma dia orang baik ditengah masyarakat.

Menjadi orang baik memang tak mudah. Mengucapkan diri baik memang mudah, tapi berkelakuan, bertutur selalu baik itu tidak semudah yang dibayangkan. Menyatukan dan menyelaraskan ucapan dengan perbuatan adalah maha berat. Mari berlomba mencocokkan tuturan dengan tindakan!

*) Penulis adalah Pendidik di Madrasah

 



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID