Muhlisin Oleh: Muhlisin
Tahun 2021 telah berlalu. 2022 pun membentang lebar 'tangannya'. Bersama lanjutan musim hujan, menyambut jutaan manusia dengan berjuta harapan dan tantangan.
Warga Provinsi Jambi pun tentu sama. Disuguhkan banyak harapan dan tidak sedikit tantangan.
Terpilihnya Al Haris - Abdullah Sani, tahun lalu, bisa dianggap sebagai wujud nyata harapan masyarakat Jambi. Berharap akan adanya perubahan dalam berbagai sektor penting dan bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak. Lewat tangan Gubernur dan Wak Gubernur Jambi.
Salah satu hal paling elementer adalah jalan. Transportasi. Masyarakat butuh infrastruktur jalan yang memadai dan nyaman dilalui.
Kondisi sebagian jalan utama sudah cukup memadai. Sudah cukup baik. Masalahnya, tidak nyaman dilalui masyarakat umum.
Ruas jalan Pauh - Mandiangin - Tembesi - Muara Bulian - Jambi, terlalu 'horor' bagi masyarakat umum. Dominasi angkutan batu bara terlalu mengganggu. Merampas kenyamanan pengguna jalan yang lain.
Tak sedikit pula kecelakaan berkait angkutan batu bara ini. Bahkan cukup banyak korban berjatuhan. Tewas di jalan.
Masalah yang sudah berbilang tahun ini tentu tak gampang diurai. "Dipaksa turunkan sebagian muatan, butuh lokasi luas untuk menampung. Juga bukan solusi. Ditilang mobilnya, juga tak serta merta berhasil mengurai masalah," ujar seorang petinggi, sekita tiga bulan lalu.
Konon kabarnya para pengusaha batu bara kadung keukeuh tak mau bangun jalan sendiri sebagaimana amanat aturan. Meski ditekan (atau dielus) bertahun-tahun, tetap saja bikin jalan khusus angkutan industri batu bara tak dilaksanakan.
Benar bahwa Pemprov Jambi bersama pihak terkait lain, sejauh ini bukan tanpa tindakan dan tanpa kebijakan. Tapi nyata-nyata dilawan oleh para pengusaha. Menggunakan 'perut' sopir angkutan sebagai tameng.
Tapi, tentu tak boleh putus berharap. Setidaknya, jika ditanya, apa resolusi mu di 2022? Jawabnya adalah solusinya nyata angkutan batu bara.
(Ketua Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Merangin)