JERNIH.CO.ID, Jambi - Dalam sejarah rasul Ibrahim AS, dia ditanya oleh Allah, hendak kemanakah engkau Ibrahim? (Fa aina tazhabun), Ibrahim menjawab aku hendak mencari (Engkau) Tuhanku ya Rabb. Proses dialog ini, menjadi latar adanya ibadah Haji yang menjadi sunnah Rasul Ibrahaim AS, dan Sunah Rasul Muhammad SAW. Jawaban tegas nabiyullah Ibrahim, menunjukkan dia punya tujuan yang jelas.
Tiap kita tentu memiliki tujuan, baik tujuan bekerja, tujuan sekolah, tujuan pendidikan, tujuan organisasi, tujuan usaha atau bisnis, tujuan lembaga, tujuan negara bahkan tujuan hidup kemanusiaan.
Tujuan hidup inilah yang membedakan antara manusia dan hewan. Bahkan setan dan sekutunya saja punya tujuan, "yakni menggoda dan menggelincirkan manusia, agar manusia bersama mereka kekal di neraka".
Ketika manusia hilang tujuan atau tidak punya tujuan hidup, dia tersesat di rimba dunia yang tak bertepi. Saat manusia tidak punya tujuan, maka dia berstatus sebagai hewan "hewan yang berpikir", dia hanya mikir perut, atas perut dan bawah perut saja.
Betapa banyak diantara kita telah kehilangan tujuan hidup, yang menyebabkan lupa, lalai dan lengah, bahwa proses hidup yang kita jalankan di dunia hanya transformasi singkat menuju akhirat. Bahkan ada yang mencoba menghitung proses transformasi itu hanya berlangsung sekitar 6-7 jam saja jika dibandingkan dengan hitungan akhirat, atas kehidupan yang kita tempuh di dunia.
Karena singkatnya transformasi perjalanan hidup di dunia ini, maka kita harus benar-benar merumuskan tujuan yang sangat jelas, akurat, terukur dan dapat dicapai dengan program hidup yang akan kita jalankan. Transformasi dunia adalah sebuah proses kepindahan hidup dari dunia yang fana menuju hidup akhirat yabg kekal abadi selamanya
Tujuan itu harus efektif dicapai, efisien dijalankan dan selalu produktif hasilnya, sehingga kita sampai di tujuan dengan selamat, sukses dan sesuai rencana. Begitulah manajemen hidup mengajarkan kita selama menjalankan transformasi dunia dengan program hidup yang harus dijalankan oleh tiap pribadi.
Dalam Islam, tujuan transformasi hidup kita di dunia secara tegas adalah akhirat. Maka itu pengabdian, amaliyah dan keshalehan dunia, sebagian kecil saja kita nikmati di dunia fana yang singkat, tetapi yang abadi dan kekal semua pengabdian dan amaliyah itu adalah untuk tujuan hidup kita berikutnya akhirat.
Dalam HR. Ibnu Majah Rasulullah SAW bersabda, Barangsiapa yang menjadikan dunia sebagai tujuannya, maka Allah akan memberikan kecemasan dalam segala urusan atau usahanya, dan orang tersebut selalu takut akan kefakiran atau kekurangan, dunia akan datang padanya dengan kehinaan. Dan Barangsiapa menjadikan akhirat sebagai tujuannya, maka Allah akan menjadikan kemudahan dalam segala urusannya, Allah akan meletakkan rasa (kaya) kepuasan dalam hatinya, dan dunia datang padanya dengan kebaikan.
Semoga transformasi dunia kita dapat menggapai tujuan akhirat, kiranya Allah berkati dan ridhai perjalanan singkat kita selama di dunia fana. Aamiin.