100 Personil Brimob Diturunkan Polda Jambi Pasca Kerusuhan di Kerinci

Penulis: - Selasa, 31 Juli 2018 , 15:12 WIB


JERNIH.CO.ID, Jambi - Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menurunkan sekitar 100 personil dari bataliyon B Pamenang untuk mengamankan situasi pasca bentrok yang terjadi antara warga Desa Seleman dengan warga Desa Pendung Talang Genting (Pentagen) , Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci, (30/7) kemarin.

Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS mengatakan personil yang diturunkan tersebut nantinya akan bertugas menjaga kondisi keamanan di lokasi pasca terjadinya bentrok.

"Diturunkanya personil tersebut agar menjaga kejadian tidak terulang dan memudahkan proses penyelidikan akan kasus itu," kata Muchlis, Selasa (31/7).

Muchlis menjelaskan, terkait penyerangan yang terjadi tersebut telah ditetapkan satu orang tersangka yang diduga sebagai pelaku penganiayaan yang berusia 17 tahun.

"Sejumlah orang juga turut diperiksa atas kejadian tersebut. Tim Polres Kerinci dijadwalkan memeriksa sejumlah barang hari ini, dan malam tadi sudah menetapkan satu orang tersangka," beber Muchlis.

Selain dua SKK Brimob yang diturunkan, Kapolda Jambi ini menjelaskan sejumlah pejabat utama di Mapolda Jambi turut mengawal porses pengaman dan penyelidikan di kerinci yakni, Wakapolda Jambi, Direktur Pam Obvit, Direktur Intelkam, Direktur Kriminal Umum Polda Jambi dan sejumlah unsur pimpinan lainnya.

"Kita juga menurunkan tim dari Polda ke lokasi untuk membantu proses ini," ucapnya.

Tim tersebut nantinya akan melakukan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat di dua desa yang terjadi konflik tersebut sehingga nantinya dapat kembali ke situasi seperti semula.

"Mereka nantinya akan melakukan pendekatan kepada tokoh-tokoh masyarakat di sana agar konflik tersebut tidak meluas," imbuhnya.

Terjadinya bentrok tersebut, dijelaskan Muchlis diduga akibat perselisihan antar siswa SMK dan siswa MAN yang akhirnya menjadi penyerangan yang mengakibatkan satu orang luka parah dan harus di operasi.

"Awalnya perselisihan dari anak sekolah yang akhirnya mengajikibatkan terjadinya bentrok," pungkasnya.



PT. Jernih Indonesia Multimedia - Jernih.ID