Kadis Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal JERNIH.ID, Jambi - Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal menyampaikan saat ini hanya tiga komoditas yang menjadi prioritas pemberian subsidi pupuk.
Ia menyampaikan bahwa saat ini untuk tanaman sawit tidak termasuk kedalam prioritas untuk diberikan pupuk bersubsidi.
"Tidak ada. Jdi subsidi kalo untuk perkebunan diberikan cuma 3, kopi, kakao, sama tebu," ungkap Agus Rizal, Senin (29/8/2022).
Ia menjelaskan, bahwa alasan dihentikannya pemberian pupuk bersubsidi bagi para petani sawit karena dianggap sudah masuk kategori mampu.
"Kalau indikasi penghentian subsidi kan ada penilaian terhadap produk yang dihasilkan. Misalnya sawit nih, sawit kalo harganya sudah diatas 1.500 itu dianggap mampu untuk membeli pupuk," ujarnya.
Sementara itu, ia menjelaskan bahwa tanaman pangan lebih diprioritaskan untuk diberikan subsidi alasannya karena dalam pengelolaan mereka membutuhkan perawatan yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
"Di tanaman pangan belum (mampu, red), walaupun dikasih subsidi alat untuk ngolah tapi dia dibatasi juga dengan harga gabah. Kalo tidak diberi subsidi pupuknya, terus bibitnya, tidak mau lagi orang nanam, tidak ada hasil, nggak dapat untung," jelas Agus.
"Kalau tanaman pangan habis itu dia harus punya modal lagi, ngolah tanah lagi, beli pupuk lagi, harus ditinggalkan uangnya sebagian untuk modal," tambahnya.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa saat ini para petani sawit tengah mengalami kesulitan ditengah naiknya harga pupuk KCL imbas perang Rusia - Ukraina.
"Kalau sawit ini kan yang paling membutuhkan itu kan urea sama KCL. Sekarang itu kan yang mahal itu kan KCL. KCL ini produk dari Rusia dan Ukraina karena bahan baku kalium nya ada di sana," pungkasnya.